Diva Alexandra Bagikan Strategi Berkarya Kreatif di Era Digital Inspiratif

  • 29 Jul 2026 15:24 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Diva Alexandra memulai karier sebagai content creator dengan mengelola brand Tasbia dan Tasbia Kids.
  • Diva menegaskan kreativitas lebih penting daripada memiliki perangkat mahal untuk memulai menjadi content creator.
  • Konten edukasi yang dibuatnya berhasil menembus satu juta tayangan di TikTok dan menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam kariernya.
  • Diva berencana mengembangkan konten bertema traveling dan mengajak generasi muda tetap konsisten berkarya di era digital.

RRI.CO.ID, Jakarta: Program Muda Kreatif Pro 2 RRI Ende mengangkat tema "Muda Kreatif di Era Digital: Berkarya, Menginspirasi dan Menghasilkan" dengan menghadirkan content creator Diva Alexandra sebagai narasumber, Sabtu 27 Juni 2026 . Dalam perbincangan, Diva membagikan pengalaman membangun karier di industri kreatif, mulai dari mengelola konten sebuah jenama fesyen hingga mengembangkan personal branding di media sosial.

Perjalanan Diva sebagai content creator dimulai sekitar tiga tahun lalu ketika dipercaya mengelola konten digital untuk brand mukena Tasbia. Setelah itu, ia juga menangani Tasbia Kids sebelum mengembangkan akun media sosial pribadinya yang berfokus pada konten fesyen, gaya hidup, kecantikan, dan perawatan diri. Di sela aktivitas tersebut, Diva juga menjalani profesi sebagai model, make-up artist (MUA), sekaligus mahasiswi.

Menurut Diva, banyak calon kreator konten yang mengurungkan niat berkarya karena merasa belum memiliki perangkat dengan spesifikasi tinggi. "Peralatan yang bagus memang membantu, tetapi bukan syarat utama. Yang paling penting adalah memaksimalkan alat yang dimiliki, memahami pencahayaan, teknik editing, dan menemukan ciri khas diri sendiri," ujarnya.

Selain berbagi pengalaman, Diva juga mengulas cara menghadapi creative block dan penurunan performa konten di media sosial. "Jangan hanya menggunakan media sosial untuk hiburan. Amati tren yang sedang berkembang, simpan ide-ide dalam satu folder, lalu sesuaikan dengan karakter kita. Yang terpenting adalah berani memulai dan tetap konsisten," katanya.

Diva mengungkapkan salah satu pencapaian terbesar dalam kariernya adalah ketika konten edukasi bertema fikih yang diproduksinya untuk akun Tasbia berhasil menembus satu juta tayangan di TikTok dan ratusan ribu tayangan di Instagram. Meski menuai beragam tanggapan, termasuk komentar negatif, ia bersama tim memilih menyikapinya secara profesional dengan menjadikan kritik yang membangun sebagai bahan evaluasi, tanpa kehilangan fokus terhadap dukungan dari para pengikut.

Bagi Diva, komentar negatif merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dunia digital. Karena itu, ia mengajak para kreator muda untuk tidak mudah terpengaruh oleh penilaian yang menjatuhkan. Sebaliknya, setiap kritik perlu disaring secara bijak agar menjadi bekal meningkatkan kualitas konten dan kemampuan diri di masa mendatang.

Menutup perbincangan, Diva mengungkapkan keinginannya melakukan rebranding dengan menghadirkan lebih banyak konten bertema perjalanan wisata. Ia berharap dapat menggabungkan hobi bepergian dengan profesi sebagai content creator melalui kolaborasi bersama berbagai mitra.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....