Thai Tea Lokal Tumbuh Berkat Strategi Promosi Digital Kreatif Efektif

  • 27 Jul 2026 10:47 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Usaha Thai Tea di Ende resmi diluncurkan pada tahun lalu bertepatan dengan bulan Ramadan.
  • TikTok menjadi media promosi utama karena dinilai efektif menjangkau kalangan generasi muda.
  • Konten kreatif dan mengikuti tren menjadi strategi untuk meningkatkan daya tarik produk.
  • Media sosial membantu memperluas jangkauan promosi sekaligus membangun identitas merek.
  • Pelaku usaha mengajak generasi muda berani memulai bisnis dan memanfaatkan peluang digital.

RRI.CO.ID, Ende - Program Muda Kreatif Pro 2 RRI Ende menghadirkan kisah inspiratif pelaku usaha minuman Thai Tea muda yang sukses memanfaatkan media sosial sebagai sarana membangun bisnis, Kamis 18 Juni 2026. Melalui tema "Bikin Manis Kota Ende: Langkah Awal Pengusaha Thai Tea Muda", narasumber Nissa owner Cha Thai Tea Ende membagikan pengalaman memulai usaha serta strategi promosi yang menyasar kalangan generasi muda.

Usaha Thai Tea tersebut resmi diluncurkan pada tahun lalu dengan memilih momentum bulan suci Ramadan sebagai waktu pembukaan. Momen tersebut dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat, ketika permintaan terhadap minuman segar cenderung meningkat selama bulan puasa.

Menurut narasumber Nissa, promosi menjadi salah satu faktor penting dalam memperkenalkan produk kepada konsumen di tengah persaingan bisnis minuman yang semakin ketat. "Kami melihat anak muda sangat aktif menggunakan TikTok, sehingga platform itu menjadi media utama untuk memperkenalkan produk sekaligus membangun kedekatan dengan calon pelanggan," ujarnya.

Pemanfaatan TikTok dilakukan dengan mengunggah konten yang mengikuti tren serta menampilkan visual produk secara menarik agar mudah menjangkau pengguna media sosial. "Kami berusaha membuat konten yang sederhana tetapi menarik perhatian, sehingga orang penasaran untuk mencoba produk yang kami tawarkan," katanya.

Strategi pemasaran digital tersebut dinilai mampu memperluas jangkauan promosi tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Selain memperkenalkan produk kepada masyarakat di Kabupaten Ende, media sosial juga menjadi ruang untuk membangun identitas merek dan meningkatkan interaksi langsung dengan pelanggan melalui berbagai konten kreatif.

Di tengah perkembangan teknologi digital, pelaku UMKM dituntut mampu membaca perubahan perilaku konsumen yang kini lebih banyak mencari informasi produk melalui media sosial. Pemanfaatan platform digital seperti TikTok tidak hanya menjadi sarana promosi, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha muda untuk memperkuat daya saing dan memperluas pasar.

Menutup perbincangan, Nissa mengajak generasi muda agar tidak ragu memulai usaha meski dari skala kecil. Menurutnya, keberanian mengambil langkah pertama, disertai konsistensi menjaga kualitas produk dan kemampuan memanfaatkan media sosial secara kreatif, menjadi modal penting untuk membangun usaha yang berkelanjutan di era digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....