Yayasan Ayo Indonesia Kenalkan Ragam Olahan Sorgum di Bazar UMKM Manggarai
- 28 Jul 2026 08:00 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai - Di antara deretan stan kuliner dan produk UMKM yang meramaikan Bazar UMKM Manggarai di halaman GOR Dinas PPO Kabupaten Manggarai pada 22–25 Juli 2026, stan Yayasan Ayo Indonesia menjadi salah satu yang menarik perhatian pengunjung. Bazar ini mengusung tema "Mendukung Produk Lokal, Membangun Ekonomi Daerah".
Di atas meja tersaji aneka hasil olahan sorgum mulai dari gabah, beras, sereal, tepung, pop sorgum, kerupuk, puding, hingga minuman susu sereal sorgum. Tak hanya sorgum, stan tersebut juga memamerkan produk lainnya seperti kopi, temulawak dan minuman jahe.
Perwakilan Yayasan Ayo Indonesia, Delvina Luhur, menjelaskan bahwa pengembangan sorgum tidak hanya berfokus pada pemasaran produk olahan. Melalui program ketahanan pangan, yayasan mendampingi petani secara berkelanjutan dari hulu hingga hilir agar mereka mampu mengolah hasil panen menjadi produk bernilai tambah yang memiliki daya saing pasar.
Lebih lanjut, Delvina mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil survei awal, tingkat pengenalan masyarakat Manggarai terhadap sorgum sebelumnya masih relatif rendah. Namun, sejak sosialisasi dan pendampingan intensif digulirkan pada 2023, pemahaman serta minat masyarakat terhadap sorgum terus meningkat, terutama untuk produk beras sorgum dan sereal.
Ia juga menekankan pentingnya masyarakat Manggarai kembali mengonsumsi sorgum sebagai pangan sehat keluarga. Memiliki kandungan serat tinggi dan kalori yang relatif rendah, sorgum terbukti memberikan manfaat besar bagi kesehatan, khususnya membantu mengontrol kadar gula darah penderita diabetes.
"Sorgum ini tidak hanya untuk orang sehat, tetapi juga menjadi pangan sehat untuk mencegah stunting. Yayasan Ayo Indonesia juga memiliki program penanganan stunting dengan memanfaatkan sereal sorgum. Sorgum memiliki kandungan serat yang tinggi dan kalori yang rendah," katanya.
Pengalaman dari para konsumen menunjukkan konsumsi sorgum secara rutin mampu menurunkan kadar gula darah secara signifikan. Salah satu contoh nyata terlihat pada warga di Satar Mese yang mengalami penurunan kadar gula darah dari semula 400 mg/dL turun menjadi 250 mg/dL di bulan pertama, hingga akhirnya stabil di angka 150 mg/dL setelah empat bulan rutin mengonsumsi olahan sorgum.
Selain baik untuk penderita diabetes, sorgum juga dikembangkan sebagai alternatif pangan bergizi dalam upaya pencegahan stunting pada anak-anak. Untuk meningkatkan minat konsumsi, khususnya bagi anak-anak, yayasan terus berinovasi menciptakan berbagai produk turunan yang digemari seperti aneka kue dan puding sorgum.
"Pengalaman anak-anak juga memang suka dengan puding, sehingga ide Ayo Indonesia kita harus banyak membuat produk-produk turunan dari sorgum sehingga lebih banyak orang juga tertarik," tutur Delvina.
Melalui pendampingan ini, para petani didorong untuk tidak hanya memanfaatkan sorgum sebagai pemenuhan gizi keluarga, tetapi juga mandiri secara ekonomi melalui pengembangan usaha berbasis olahan sorgum. Program pendampingan Yayasan Ayo Indonesia sendiri kini telah menjangkau seluruh wilayah Manggarai Raya, meliputi Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat.
Pemasaran produk olahan petani pun tidak hanya berhenti di tingkat lokal, tetapi sudah mulai merambah daerah lain, salah satunya melalui pengiriman satu ton sorgum ke Kupang.
"Saat ini banyak juga yang pesan. Jadi, tidak hanya untuk di kalangan Manggarai, dari Kupang juga kita kirim sorgum 1 ton," ungkapnya.
Sebagai langkah keberlanjutan, Yayasan Ayo Indonesia kini juga memproduksi benih sorgum bersertifikat setelah resmi memperoleh lisensi sebagai produsen dan penyedia benih dari kementerian terkait. Langkah ini diharapkan dapat mendukung perluasan budidaya sorgum di tingkat petani secara nasional.
Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan produk olahan maupun benih sorgum berkualitas, pembelian dapat dilakukan langsung di Kantor Yayasan Ayo Indonesia yang juga difungsikan sebagai Unit Pengolahan Hasil (UPH), atau melalui UPH Mataleo di Desa Ndehes.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....