Amigos Apparel Tumbuh dari Ide Kreatif Anak Ende

  • 18 Jun 2026 21:31 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • RRI Ende mengangkat kisah usaha sablon digital Amigos Apparel dalam program Muda Kreatif.
  • Christian Mario Wae merintis usaha setelah melihat peluang pasar percetakan digital di Ende.
  • Amigos Apparel melayani cetak kaos, jaket, hoodie, topi, hingga payung.
  • Tren desain 2026 menunjukkan meningkatnya minat terhadap identitas etnik dan daerah asal.
  • Kualitas produk dijaga melalui bahan baku tepercaya dan teknologi cetak digital.
  • Sistem waiting list diterapkan untuk menjaga ketelitian dan kepuasan pelanggan.
  • Media sosial dan pameran UMKM menjadi sarana promosi utama usaha.
  • Anak muda didorong memulai bisnis dari potensi diri tanpa menunggu modal besar.

RRI.CO.ID, Ende - Dunia percetakan kaos digital di Kota Ende terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk kreatif. Fenomena tersebut dibahas dalam segmen Santai Siang program Muda Kreatif Pro Dua RRI Ende, Kamis, 4 Juni 2026.

Program itu menghadirkan Christian Mario Wae, pemilik usaha sablon digital Amigos Apparel di Ende. Pengusaha muda tersebut membagikan pengalaman membangun bisnis percetakan sejak merintis usaha dari keterbatasan setelah lulus kuliah.

Mario mengisahkan dirinya sempat menganggur selama tiga bulan setelah menyelesaikan pendidikan tinggi di Kupang tahun 2020. Melihat peluang pasar yang masih didominasi sablon manual, ia memanfaatkan kemampuan desain grafis untuk berwirausaha. “Saya melihat ada peluang karena saat itu sablon digital belum banyak berkembang di Ende,” ujarnya.

Berbekal keterampilan mengoperasikan perangkat lunak desain, Mario mulai menawarkan layanan cetak pada berbagai media berbahan kain. Produk yang dikerjakan mencakup kaos, jaket, hoodie, topi, hingga payung dengan beragam kebutuhan pelanggan.

Menurut Mario, tren desain tahun 2026 menunjukkan meningkatnya minat anak muda terhadap identitas budaya dan asal-usul keluarga. “Sekarang banyak pelanggan bangga memakai desain yang menunjukkan daerah asal atau suku keluarganya,” katanya. Perubahan tren tersebut mendorong lahirnya lebih banyak desain bernuansa etnik dan lokal khas Flores.

Untuk menjaga kualitas, Amigos Apparel menggunakan bahan baku dari vendor tepercaya serta mesin cetak digital modern. Saat pesanan meningkat, Mario menerapkan sistem daftar tunggu dan menyampaikan estimasi pengerjaan secara terbuka kepada pelanggan.

Meski lokasi produksi masih berada di lingkungan rumah pribadi, pemasaran dilakukan secara aktif melalui media sosial. Mario mengajak generasi muda memulai usaha dari kemampuan yang dimiliki, sembari membangun bisnis secara bertahap dan berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....