Katong Tenun NTT Rangkul Anak Muda Lestarikan Budaya
- 06 Jun 2026 15:17 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Usaha kreatif Katong Tenun NTT terus mendorong pelestarian motif tenun tradisional Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan menyasar generasi muda sebagai pasar utama sekaligus agen pelestari budaya. Di tengah derasnya tren fesyen modern, upaya ini dinilai penting untuk menjaga identitas budaya sekaligus memperkuat ekonomi para penenun lokal.
Owner Katong Tenun NTT, Nolan Lagu, mengatakan kecintaannya terhadap tenun NTT berawal dari keprihatinan melihat semakin berkurangnya minat anak muda terhadap warisan budaya daerah. Karena itu, ia mengembangkan produk tenun dalam bentuk yang lebih modern agar dapat diterima kalangan muda tanpa menghilangkan nilai budaya yang melekat pada setiap motif.
Menurut Nolan, tenun bukan sekadar kain, melainkan identitas, sejarah, dan catatan budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Ia menilai generasi muda memiliki peran strategis untuk memastikan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam motif tenun tetap hidup di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat.
Katong Tenun NTT memperkenalkan berbagai motif khas dari sejumlah wilayah di NTT, seperti Sumba, Sikka, Ende, Sabu, Timor, Flores, dan Rote. Setiap motif memiliki filosofi tersendiri, mulai dari simbol keseimbangan alam, keberanian, keagungan, hingga penghormatan terhadap perempuan dan struktur sosial masyarakat setempat.
Selain memasarkan produk fesyen berbahan tenun, usaha ini juga menjalin kerja sama dengan kelompok penenun di berbagai daerah di NTT. Seluruh kain dikirim langsung dari para penenun lokal sebelum diolah menjadi produk siap pakai. Pola kemitraan tersebut membuka akses pasar yang lebih luas bagi para perajin yang selama ini memiliki keterbatasan dalam pemasaran digital.
Untuk menjaga keaslian budaya, Nolan mengaku melakukan pengawasan langsung pada proses produksi agar susunan motif tetap sesuai dengan identitas daerah asalnya. Setiap produk juga dilengkapi informasi mengenai asal-usul dan filosofi motif sehingga pembeli tidak hanya memperoleh produk, tetapi juga memahami nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, Katong Tenun NTT menargetkan diri menjadi pusat produksi dan edukasi tenun yang mampu mendorong lahirnya regenerasi penenun muda. Langkah ini diharapkan dapat menjaga keberlanjutan warisan budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada sektor tenun tradisional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....