Prity Cake Berkembang dari Hobi Menjadi Usaha Keluarga
- 03 Jun 2026 19:47 WIB
- Ende
Poin Utama
- Prpty Cake & Catering dirintis oleh Yohanna Pritilia Moi Ture sejak tahun 2018.
- Usaha kue berawal dari hobi membuat kue untuk konsumsi keluarga.
- Layanan katering dikembangkan bersama sang ibu yang memiliki pengalaman memasak.
- Mengutamakan kebahagiaan pelanggan dibanding keuntungan semata.
- Sempat menunda kuliah selama satu tahun karena kesibukan usaha.
- Keluarga menjalankan warung makan dengan aktivitas memasak sejak pukul 03.00 pagi.
- Pernah mengalami insiden 55 nasi kotak tumpah saat pengantaran pesanan.
- Fokus pada kualitas rasa dan pelayanan sebagai strategi menghadapi persaingan.
RRI.CO.ID, Ende - Program Muda Kreatif Pro Dua RRI Ende menghadirkan Yohanna Pritilia Moi Ture, pelaku UMKM kuliner lokal, Kamis 30 April 2026. Perbincangan tersebut mengupas perjalanan usaha Prity Cake & Catering yang berkembang dari dapur rumah menuju pasar.
Usaha pembuatan kue mulai dirintis Prity setelah menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas pada tahun 2018. Berawal dari membuat kue untuk kebutuhan keluarga, pesanan terus berdatangan terutama untuk perayaan ulang tahun pelanggan.
| Baca juga: Media Sosial Dorong UMKM Kuliner Anak Muda |
Berbeda dengan usaha kue yang dibangun sendiri, layanan katering lahir melalui kolaborasi bersama sang ibu tercinta. Pengalaman memasak yang dimiliki ibunya kemudian dipadukan dengan semangat kewirausahaan hingga usaha berkembang lebih profesional.
“Keuntungan yang sedikit tidak masalah karena kebahagiaan pelanggan akan kembali menjadi berkat melalui banyak jalan,” kata Prity. Prinsip tersebut diterapkan ketika menghadapi pelanggan yang memiliki keterbatasan biaya namun ingin merayakan momen istimewa.
Perjalanan usaha tidak selalu berjalan mulus karena Prity harus membagi waktu antara bisnis dan pendidikan. Kesibukan menerima pesanan membuatnya sempat menunda kuliah selama setahun sebelum akhirnya menyelesaikan studi dengan baik.
Selain mengelola pesanan katering dan kue, keluarganya juga menjalankan warung makan yang beroperasi setiap hari. Aktivitas memasak bahkan dimulai sejak pukul tiga pagi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus berdatangan.
“Jadikan masa muda sebagai wadah menempa mental dan jangan hanya mengejar keuntungan instan semata,” ujarnya. Pesan tersebut disampaikan sembari mengisahkan pengalaman membawa lima puluh lima nasi kotak yang sempat tumpah saat pengantaran, namun berhasil dibuat ulang tepat waktu berkat kerja keras dan persiapan matang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....