Penulis Muda NTT Bagikan Rahasia Menulis Esai

  • 19 Mei 2026 09:04 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Program Santai Siang Muda Kreatif menghadirkan penulis muda NTT, Wardania Putri Sarjani.
  • Warda memenangkan lomba esai Floresa.co melalui karya “Beban Ganda di Gunung Iya”.
  • Tulisan terinspirasi dari persoalan sampah dan tambang ilegal di kawasan Gunung Iya.
  • Warda membagikan tips menulis esai dengan memadukan empati, data, dan alur jelas.
  • Writer’s block dapat diatasi melalui outline, riset, dan fokus pada pesan utama.
  • Judul dan pembuka tulisan dinilai penting agar tetap dilirik pembaca era digital.
  • Esai disebut menjadi media alternatif bagi anak muda menyampaikan aspirasi.

RRI.CO.ID, Ende - Program Santai Siang Muda Kreatif di Pro Dua RRI Ende menghadirkan Wardania Putri Sarjani atau Warda sebagai narasumber, Sabtu 11 April 2026. Penulis muda asal NTT itu membagikan pengalaman menjuarai lomba penulisan esai suara kaum muda NTT.

Prestasi tersebut diraih Warda melalui karya perdananya berjudul “Beban Ganda di Gunung Iya” yang memantik perhatian juri. Esai itu memenangkan kompetisi yang diselenggarakan Floresa.co dengan mengangkat persoalan lingkungan di kawasan Gunung Iya.

“Tulisan itu lahir dari keresahan pribadi ketika melihat tumpukan sampah dan aktivitas tambang ilegal,” ujar Warda . Ia menjelaskan keresahan tersebut muncul setelah menyaksikan kondisi TPA Gunung Iya pada pertengahan 2025.

Menurut Warda, tulisan yang kuat tidak cukup hanya berisi opini tanpa dukungan data yang jelas. Ia menyarankan penulis pemula mencari referensi struktur esai melalui media digital serta menyusun alur masalah, dampak, dan solusi.

Warda juga membagikan cara mengatasi kebingungan saat menulis atau writer’s block yang sering dialami pemula. Penulis muda itu menyarankan anak muda membuat kerangka tulisan sebelum menyusun paragraf secara lengkap.

“Jangan langsung menulis paragraf panjang, tetapi buat dulu poin besar supaya tulisan lebih terarah,” kata Warda. Ia menambahkan penulis perlu menyelesaikan riset lebih dahulu agar konsentrasi tidak terpecah ketika mengetik.

Di tengah derasnya arus media sosial, Warda mengingatkan pentingnya membuat pembuka tulisan yang memikat perhatian pembaca. Ia juga mendorong generasi muda tidak takut berpikir kritis karena tulisan menjadi ruang menyuarakan keresahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....