Pendampingan Intensif Kunci Sukses UMKM Masuk Ekosistem Digital

  • 17 Mei 2026 12:52 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Kehadiran lembaga seperti Rumah BUMN sangat krusial sebagai jembatan untuk menerjemahkan dunia digital yang kompleks menjadi lebih sederhana dan mudah dipraktikkan oleh pelaku UMKM
  • Proses edukasi dilakukan secara bertahap dan komprehensif, mencakup aspek legalitas usaha, peningkatan kemampuan teknis (fotografi produk, penyuntingan foto/video sederhana), hingga strategi pemasaran daring (online marketing).
  • Pendampingan difokuskan untuk mendobrak hambatan mentalitas, seperti rasa malu pelaku usaha untuk tampil di depan kamera saat mempromosikan produk secara mandiri.
  • Keberhasilan adaptasi digital ditandai dengan pergeseran gaya bisnis dari yang semula pasif menunggu di toko fisik, menjadi aktif "menjemput bola" mencari perhatian pasar secara daring.
  • Keberhasilan UMKM Ngada untuk bersaing secara global bertumpu pada dukungan kolaboratif antara pemerintah, lembaga pendamping, serta semangat belajar dan keberanian mencoba hal baru dari pelaku usaha itu sendiri.

RRI. CO. ID, Ngada– Literasi digital menjadi faktor penentu keberhasilan UMKM dalam bertransformasi menuju ekosistem ekonomi digital. Di Kabupaten Ngada, pendampingan dilakukan secara bertahap mulai dari aspek legalitas usaha hingga kemampuan pemasaran online.

Navigator UMKM Digital Ngada, Chrismas Adrianus Uwa menyebutkan bahwa banyak UMKM yang sebenarnya mampu namun belum terbiasa dengan alat digital. Oleh karena itu, kehadiran lembaga pendamping seperti Rumah BUMN sangat diperlukan untuk menjembatani keterbatasan ini.

"Fungsi pendamping adalah menerjemahkan dunia digital menjadi lebih sederhana agar mudah dipraktikkan," ujar Krismas, dalam Program Ekonomi Digital Pro 1 RRI Ende Jumat, 24 April 2026.

Proses pendampingan mencakup pelatihan fotografi produk agar tampilan barang dagangan terlihat lebih profesional dan menarik di mata konsumen. Pelaku usaha juga dilatih untuk menggunakan aplikasi penyuntingan foto dan video yang sederhana.

Selain teknis pemasaran, pendampingan juga fokus pada perubahan pola pikir atau mindset para pelaku usaha. Banyak warga yang masih merasa malu untuk tampil di depan kamera saat mempromosikan produk mereka sendiri.

Keberhasilan adaptasi digital ini terlihat dari perubahan perilaku pelaku usaha yang mulai aktif mencari perhatian pasar secara daring. Mereka tidak lagi hanya menunggu pembeli datang ke toko fisik, tetapi mulai menjemput bola lewat internet.

Dukungan kolaboratif antara pemerintah, lembaga pendamping, dan pelaku usaha menjadi modal utama dalam menghadapi era ekonomi digital. Semangat belajar dan keberanian mencoba hal baru menjadi kunci utama agar UMKM Ngada dapat bersaing secara global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....