Konsistensi dan Infrastruktur Jadi Tantangan UMKM Go Digital
- 17 Mei 2026 12:34 WIB
- Ende
Poin Utama
- ransformasi digital UMKM di Kabupaten Ngada menghadapi dua hambatan besar, yaitu faktor internal (proses adaptasi dan konsistensi pelaku usaha) serta faktor eksternal (infrastruktur jaringan internet yang belum stabil).
- Banyak pelaku usaha yang antusias di awal namun cepat menyerah karena belum memahami bahwa sistem digital memerlukan waktu untuk mengolah data dan membangun interaksi dengan konsumen.
- Menyiasati gangguan sinyal yang naik-turun dengan memilih jam operasional yang tepat (saat sinyal stabil) dan mengoptimalkan platform komunikasi yang lebih ringan seperti WhatsApp.
- Pelaku UMKM sering kali terjebak pada fokus kuantitas (jumlah pengikut/followers) daripada kualitas (membangun interaksi nyata dan retensi dengan pelanggan).
- Menegaskan agar keterbatasan infrastruktur tidak dijadikan alasan untuk menunda digitalisasi; memulai dengan fasilitas yang ada (action-oriented) jauh lebih baik daripada menunggu kondisi sempurna.
NGADA – Proses transformasi digital pelaku UMKM di Kabupaten Ngada masih menghadapi berbagai tantangan serius di lapangan. Selain masalah teknis infrastruktur teknologi, hambatan utama yang dirasakan adalah terkait proses adaptasi dan konsistensi pelaku usaha.
Navigator UMKM Digital Ngada, Chrismas Adrianus Uwa mengungkapkan banyak pelaku usaha yang semangat di awal namun cepat menyerah. Padahal, sistem digital memerlukan waktu untuk mempelajari data dan membangun interaksi dengan calon pembeli.
"Tantangan terbesar itu bukan di teknologinya, tapi di proses adaptasi dan konsistensi kita," ungkap Krismas dalam Program Ekonomi Digital Pro 1 RRI Ende, Jumat, 10 April 2026.
Selain faktor internal, kendala infrastruktur berupa jaringan internet yang belum stabil juga masih membayangi wilayah Ngada. Beberapa wilayah masih mengalami gangguan sinyal yang naik turun sehingga menghambat proses unggah konten promosi.
Untuk menyiasati hal tersebut, para pelaku UMKM disarankan untuk memilih jam operasional yang tepat saat sinyal sedang stabil. Penggunaan platform yang lebih ringan seperti WhatsApp juga menjadi solusi alternatif di tengah keterbatasan jaringan.
Kurangnya pemahaman mengenai cara kerja algoritma platform digital juga seringkali membuat hasil pemasaran menjadi tidak maksimal. Pelaku usaha seringkali hanya fokus pada jumlah pengikut daripada membangun interaksi yang nyata dengan pelanggan.
Meski demikian, keterbatasan infrastruktur tidak boleh menjadi alasan untuk menunda proses go digital. Memulai dengan fasilitas yang ada dinilai jauh lebih baik daripada menunggu kondisi jaringan menjadi sempurna.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....