Usaha Kopi Kekinian Dinilai Jadi Peluang Emas bagi Generasi Muda
- 11 Mei 2026 10:08 WIB
- Ende
Poin Utama
- Kopi berkembang menjadi gaya hidup anak muda dan membuka peluang usaha baru.
- Branding dan karakter produk menjadi faktor penting dalam bisnis kopi.
- Strategi visual kedai, inovasi bertahap, dan kolaborasi diperlukan agar usaha tetap eksis.
- Peluang bisnis kopi di Flores masih terbuka luas meski ada tantangan bahan baku.
- Anak muda didorong untuk berani memulai dan terus beradaptasi.
RRI.CO.ID, Flores Timur - Tren konsumsi kopi yang terus berkembang di kalangan anak muda membuka peluang besar bagi pelaku usaha di sektor kopi kreatif. Hal tersebut mengemuka dalam program “Muda Kreatif” Pro Dua RRI Ende, Kamis 2 April 2026, yang mengangkat tema “Peluang Emas Usaha Kopi di Era Kekinian”.
Program tersebut menghadirkan pemilik Kopi Tit, Matt Sukun, sebagai narasumber utama. Dalam perbincangan itu, Matt menjelaskan bahwa bisnis kopi mengalami pertumbuhan pesat karena telah menjadi bagian dari gaya hidup generasi muda.
Menurut Matt, kopi saat ini tidak lagi dipandang sekadar minuman pelepas dahaga. Ia menilai kopi telah berkembang menjadi simbol pergaulan, ruang diskusi, hingga bagian dari identitas sosial anak muda.
“Kopi sekarang bukan sekadar minuman, tapi sudah menjadi lifestyle anak muda,” ujar Matt. Ia mengatakan cara menikmati kopi hingga konsep tempat nongkrong memiliki nilai tersendiri yang menarik minat generasi muda.
Selain itu, Matt menilai proses meracik dan menyeduh kopi juga memiliki unsur seni yang membuat industri ini semakin diminati. Kreativitas dalam penyajian dinilai menjadi salah satu faktor yang mendorong munculnya berbagai usaha kopi kekinian.
Berbicara mengenai awal merintis usaha, Matt mengisahkan bahwa Kopi Tit lahir dari upaya melanjutkan usaha keluarga di bidang produksi biji kopi. Ia menegaskan pentingnya memiliki identitas produk atau branding yang kuat agar mampu bersaing di pasar.
Menurutnya, memiliki kebun kopi sendiri menjadi nilai tambah bagi pelaku usaha kopi. Dengan demikian, pelaku usaha dapat memahami seluruh proses produksi, mulai dari penanaman hingga pasca-panen.
Matt menjelaskan bahwa Kopi Tit memiliki karakter rasa yang kuat meskipun berasal dari jenis robusta. Karakter tersebut dipengaruhi oleh kondisi geografis kawasan berbatu di Desa Painapang, Larantuka, yang menjadi lokasi penanaman kopi.
Keunikan rasa itu, lanjut Matt, menjadi pembeda sekaligus daya tarik produk di tengah persaingan usaha kopi yang semakin kompetitif. Ia menilai kualitas dan ciri khas produk menjadi faktor penting untuk mempertahankan loyalitas pelanggan.
| Baca juga: Media Sosial Dorong UMKM Kuliner Anak Muda |
Untuk menjaga eksistensi usaha, Matt menyarankan pelaku bisnis agar tidak mengeluarkan seluruh inovasi secara bersamaan. Menurutnya, strategi menghadirkan menu atau konsep baru secara bertahap dapat menjaga rasa penasaran pelanggan.
Ia juga menyoroti pentingnya tampilan visual kedai yang nyaman dan instagrammable sesuai kebiasaan anak muda di media sosial. Selain itu, kolaborasi dengan komunitas maupun sesama pemilik kafe dinilai penting dalam memperkuat ekosistem usaha kopi lokal.
Di sisi lain, Matt mengakui tantangan utama yang pernah dihadapi adalah keterbatasan bahan baku saat permintaan meningkat drastis. Meski demikian, ia menilai peluang usaha kopi di Flores, khususnya Larantuka, masih sangat terbuka karena variasi menu kopi kekinian belum sebanyak daerah lain.
Matt pun mengajak generasi muda agar tidak takut memulai usaha meskipun menghadapi berbagai tantangan. Ia menegaskan bahwa inovasi dan pengalaman akan berkembang seiring proses menjalankan usaha.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....