Kisah Anak Muda Ende Mengajar Inggris dari India
- 29 Apr 2026 13:56 WIB
- Ende
Poin Utama
- Kisah inspiratif Vioni Waturaka, guru privat Bahasa Inggris asal Ende di India
- Mengajar bahasa Inggris secara daring dengan murid internasional
- Meluruskan stereotip kehidupan India ala Bollywood
- Mengalami tantangan adaptasi budaya dan lingkungan
- Metode belajar disesuaikan dengan usia dan kebutuhan murid
- Tips belajar bahasa Inggris untuk anak muda
- Pesan motivasi agar berani bermimpi besar
RRI.CO.ID, India - Segmen MUDA KREATIF di Pro 2 RRI Ende menghadirkan kisah inspiratif seorang anak muda asal Ende, Nusa Tenggara Timur, yang menembus batas negara, Jumat, 27 Maret 2026. Dalam obrolan yang disiarkan belum lama ini, Vioni Waturaka membagikan pengalaman hidup dan kariernya sebagai guru privat bahasa Inggris yang kini menetap di India.
Vioni, yang akrab disapa sehari - hari, merupakan putri asli Ende yang pindah ke India setelah menikah dengan warga negara setempat. Meski tinggal jauh dari kampung halaman, ia tetap menekuni profesinya sebagai pengajar bahasa Inggris melalui kelas daring yang menjangkau berbagai daerah, bahkan hingga luar negeri.
Dalam perbincangan tersebut, ia juga meluruskan persepsi tentang kehidupan di India yang kerap digambarkan berlebihan dalam film Bollywood. Menurutnya, kehidupan sehari-hari di sana tidak jauh berbeda dengan Indonesia.
“Tidak setiap saat orang menari atau bernyanyi di jalan. Itu biasanya hanya terjadi saat festival atau pernikahan besar,” ujarnya.
Namun, proses adaptasi tidak selalu mudah. Vioni mengaku mengalami culture shock, terutama pada makanan yang kaya rempah serta suasana jalanan yang lebih bising dibandingkan Ende. Ia membutuhkan waktu hingga enam bulan untuk terbiasa dengan cita rasa masakan India. “Yang paling terasa itu suara klakson, hampir 24 jam terdengar karena mobilitasnya tinggi,” katanya.
Dalam menjalankan kelasnya, Vioni memiliki murid dari berbagai kalangan dan wilayah, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Pesertanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti Papua, Kupang, dan Ende, hingga negara lain seperti Malaysia, Singapura, dan Belanda. Metode pengajarannya pun disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta. Untuk orang dewasa, ia lebih menekankan pada kemampuan percakapan atau speaking, sementara untuk anak-anak, pendekatan dilakukan secara menyenangkan dan mengikuti kurikulum sekolah. Menurutnya, fleksibilitas menjadi kunci agar proses belajar tetap efektif dan menarik. Vioni juga membagikan sejumlah tips bagi anak muda yang ingin mahir berbahasa Inggris, di antaranya berani melawan rasa malu, rutin berlatih secara mandiri, serta memanfaatkan teknologi seperti mengubah pengaturan bahasa ponsel dan menonton film dengan subtitle bahasa Inggris.
“Ketakutan terbesar itu biasanya bukan tidak bisa, tapi malu dinilai orang lain,” ucapnya.
Di akhir perbincangan, Vioni memberi motivasi kepada generasi muda di Ende untuk berani bermimpi besar. Ia menegaskan bahwa latar belakang dari kota kecil bukan penghalang untuk meraih peluang global.
“Saya dari Ende bisa sampai di India, itu bukti bahwa kita juga bisa melihat dunia lebih luas,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....