Kuota Kopi Lokal Dinilai Kunci Selamatkan Petani

  • 28 Apr 2026 11:25 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Usulan penerapan kuota minimal 70 persen kopi lokal di pasar Ende menguat sebagai langkah melindungi petani dan memperkuat ekonomi daerah. Kebijakan ini dinilai penting untuk memastikan hasil kopi Flores terserap optimal sekaligus menciptakan kepastian harga di tingkat petani.

Pemilik Virgil Coffee, Carolus Naga, mengatakan potensi kopi lokal belum berdampak maksimal tanpa intervensi kebijakan yang tegas. Ia menilai pemerintah memiliki ruang besar untuk mendorong perlindungan terhadap pelaku usaha dan petani kecil.

Dalam dialog bersama RRI Ende, Carolus mengusulkan regulasi yang mewajibkan sektor perhotelan dan perkantoran memprioritaskan kopi lokal dalam rantai pasok. “Kalau 70 persen kopi yang beredar di Ende itu lokal, efeknya akan terasa sampai ke tingkat kebun,” ujarnya.

Menurutnya, kepastian pasar akan mendorong petani meningkatkan kualitas produksi, terutama dalam pengolahan pascapanen. Selama ini, sebagian petani belum konsisten menerapkan standar seperti petik merah karena belum ada jaminan harga yang sebanding.

Selain persoalan pasar, sektor kopi di Ende juga menghadapi tantangan struktural berupa usia tanaman yang sudah melewati masa produktif sejak 1970-an. Kondisi ini membuat produktivitas menurun dan membutuhkan program peremajaan secara sistematis melalui teknik pemangkasan dan rejuvenasi.

Carolus menekankan, intervensi pemerintah tidak cukup hanya dalam bentuk bantuan alat, tetapi juga pendampingan teknis berkelanjutan. Ia menilai peningkatan kapasitas sumber daya manusia di desa menjadi kunci percepatan transformasi sektor pertanian.

“Pendekatan ekonomi paling ampuh. Kalau petani melihat hitungan keuntungan, mereka akan terdorong meningkatkan kualitas,” kata dia.

Dampak perbaikan ekosistem ini, lanjutnya, mulai dirasakan sebagian petani mitra yang mampu meningkatkan pendapatan hingga memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa perbaikan sistem produksi dan pasar dapat langsung berdampak pada kesejahteraan.

Ia menilai sinergi antara kebijakan pemerintah, inovasi pelaku usaha, dan peningkatan kapasitas petani menjadi kunci menjadikan Ende sebagai sentra kopi unggulan berbasis kekuatan lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....