Dari Kos ke Gudang: Inspirasi Bisnis Jastip Sherly Kioek di Flores

  • 27 Mar 2026 14:41 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Berawal dari sebuah kamar kos yang sempit, Sherly Kioek, pemilik usaha jasa titip (jastip) Jao Titip Dong Kak berhasil membuktikan keterbatasan ruang bukan penghalang untuk membangun kerajaan bisnis. Berawal dari hobi membantu teman berbelanja, kini usaha Jastip yang ia rintis telah bertransformasi menjadi bisnis profesional dengan gudang penyimpanan besar di Flores.

Minimnya akses langsung terhadap barang-barang dari kota besar sempat menjadi kendala utama bagi masyarakat di wilayah Ende, Flores. Peluang inilah yang ditangkap oleh Sherly Kioek untuk menghadirkan solusi belanja praktis melalui jastip.

“Kalau untuk hobi berbisnis itu awalnya tidak sama sekali, bahkan saya merasa tidak berbakat karena lebih memilih kerja kantoran. Tapi karena kondisi pandemi COVID-19 dan dorongan dari adik akhirnya bisa rubah pandangan saya untuk mulai usaha jastip,” ujar Sherly dala obrolan Muda Kreatif Pro 2 RRI Ende pada Selasa, 24 Maret 2026.

Sherly meyampaikan bahwa usaha jastipnya dimulai ketika ia melihat tingginya permintaan akan barang-barang berkualitas yang sulit diakses secara langsung oleh masyarakat di wilayah Nusa Tenggara Timur dan ongkos pengirimanya yang mahal. Dengan modal kepercayaan dan promosi sederhana melalui media sosial, ia mulai menerima pesanan satu per satu, meski saat itu kamarnya penuh sesak dengan tumpukan paket kiriman.

"Saya itu mulai usaha ini dari skala kecil di kamar kos lalu jadi besar sampai punya gudang penyimpanan sendiri. Saya promosi pakai media sosial seperti Instagram dan WhatsApp biar lebih mudah dan jangkauannya luas,” kata Sherly

Diceritakan Sherly,seiring berjalannya waktu,volume pesanan yang terus melonjak membuat kamar kosnya tak lagi mampu menampung barang. Ia pun mengambil langkah berani dengan menyewa gedung khusus sebagai gudang distribusi untuk memastikan sistem manajemen stok dan pengemasan berjalan lebih rapi serta profesional.

"Kami tetap jalin komunikasi yang baik, karena jika respons kita tidak bagus, orang akan berpikiran jastip ini tidak professional. Di Jastip Jao Titip Dong Kak ada lima orang yang bantu kerja jadi semuanya lancer dan tepat waktu,” ucap Sherly.

Tantangan unik sering dijumpai, mulai dari permintaan pengiriman hewan hidup seperti bunglon hingga manajemen logistik yang membeludak saat hari raya. Kesabaran dalam merespons komplain pelanggan menjadi kunci utama Sherly dalam membangun kepercayaan publik terhadap merek usahanya.

Sherly berpesan bagi anak muda Ende untuk jeli melihat masalah di sekitar sebagai peluang usaha yang menjanjikan. Melalui ketekunan dan komunikasi yang tepat, bisnis jasa sederhana pun mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi komunitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....