Peternak Milenial Kembangkan Ayam Kampung Modern Flores

  • 18 Mar 2026 21:28 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Flores Timur - Yulius Suban Mengu, peternak milenial asal Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengembangkan usaha ayam kampung dengan pendekatan modern berbasis potensi lokal. Usaha ini dirintis sejak 2019 dan terus berkembang hingga melibatkan puluhan desa serta generasi muda di wilayah tersebut.

Kepada RRI, di program UMKM Bicara, Senin, 16 Maret 2026, Yulius menjelaskan, Awal ketertarikan pada peternakan ayam kampung bermula dari kegelisahan setelah menyelesaikan pendidikan tinggi. Ia melihat peluang besar di kampung halamannya dan memilih kembali untuk membangun usaha berbasis sumber daya lokal.

Dengan latar belakang pendidikan di bidang peternakan, Yulius mulai merintis usaha dari skala kecil. Ia memanfaatkan ayam kampung unggul hasil persilangan, yakni ayam KUB, untuk meningkatkan produktivitas ternak.

Perkembangan usahanya cukup signifikan sejak kembali ke kampung pada 2022. Dari populasi awal ratusan ekor, kini jumlah ayam yang dikelola mencapai sekitar 1.200 ekor dalam satu siklus produksi.

Dalam menjalankan usaha, Yulius menghadapi berbagai tantangan, terutama serangan penyakit yang muncul pada perubahan musim. Namun, ia mengatasi hal tersebut dengan memahami pola musim dan menerapkan langkah pencegahan yang tepat.

Konsep peternakan modern yang diterapkan Yulius meliputi penggunaan mesin penetas telur dan sistem brooding atau indukan buatan. Selain itu, ia meramu pakan secara mandiri dari bahan lokal seperti jagung dan ikan kering untuk menekan biaya produksi.

Dari sisi pemasaran, Yulius memanfaatkan media sosial untuk menjangkau konsumen. Strategi ini membuatnya mampu menciptakan pasar sendiri tanpa bergantung pada pasar tradisional.

Permintaan ayam kampung di Flores Timur dinilai sangat tinggi karena faktor budaya dan tradisi masyarakat. Kebutuhan ayam kampung untuk acara adat menjadi peluang besar yang terus mendorong pertumbuhan usaha ini.

1773844634208029_d7a315dc70_berita_ende.webp

Yulius juga aktif melibatkan masyarakat, khususnya generasi muda, melalui pembentukan kelompok peternak. Hingga kini, ia bersama timnya telah berkolaborasi dengan 27 desa dan membina puluhan peternak muda.

Menurutnya, sektor peternakan memiliki potensi besar dalam meningkatkan ekonomi masyarakat lokal. Ia mengajak generasi muda untuk menghilangkan gengsi dan mulai berusaha dari skala kecil.

Ke depan, Yulius berencana meningkatkan populasi ternak serta mengembangkan produk turunan seperti olahan daging ayam kampung. Upaya tersebut masih dalam tahap uji coba untuk memastikan kualitas produk.

Ia berharap dukungan pemerintah terus berlanjut, terutama dalam penguatan jejaring dan sarana produksi. Yulius menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci keberlanjutan sektor peternakan di daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....