Vera Paramita Bangun Hotel Satar Mese Dari Nol
- 16 Mar 2026 09:22 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - Perjalanan inspiratif pemilik Hotel Satarmese di Kabupaten Ende menjadi sorotan dalam sebuah perbincangan di Pro Dua RRI Ende mengenai dunia usaha perhotelan, Jumat, 6 Maret 2026. Vera Paramita, pengelola hotel tersebut, membagikan kisah perjalanan bisnis keluarga yang dimulai sejak berdirinya hotel pada 2006.
Hotel Satarmese awalnya didirikan oleh almarhum Jeremias Ginta bersama istrinya Maria Angelina sebagai usaha keluarga di Ende. Nama Satarmese sendiri berasal dari daerah di Manggarai yang memiliki makna Padang yang Luas.
Setelah Jeremias Ginta meninggal pada 2007, Vera bersama suaminya almarhum Tomy Alexandria Ginta memutuskan pindah dari Surabaya ke Ende. Saat itu hotel masih memiliki sepuluh kamar sederhana yang kemudian dikembangkan secara bertahap melalui pengelolaan keluarga.
Di bawah pengelolaan mereka, hotel berkembang hingga memiliki sembilan belas kamar serta dilengkapi fasilitas kolam renang sejak tahun 2018. Selain itu tersedia ruang pertemuan berkapasitas sekitar seratus lima puluh orang yang sering dimanfaatkan berbagai kegiatan masyarakat.
Vera mengakui tantangan terberat adalah mengelola bisnis hotel pada usia muda dengan pengalaman usaha yang masih terbatas. Situasi semakin berat ketika pandemi COVID-19 membuat tingkat hunian hotel turun drastis karena hampir tidak ada tamu datang.
Di tengah kondisi sulit pandemi, Vera tetap mempertahankan seluruh karyawan hotel dengan memanfaatkan dana cadangan untuk operasional. Ia juga harus menghadapi duka mendalam setelah suaminya meninggal dunia pada 2021 ketika usaha masih berjuang pulih.
Meski menghadapi berbagai tantangan, Vera tetap mempertahankan konsep hotel yang menghadirkan suasana hangat seperti berada di rumah sendiri. Hotel Satar Mese bahkan pernah menjadi tempat menginap sejumlah selebriti Indonesia seperti Paramita Rusadi, Baim Wong, Nicholas Saputra, dan grup Slank.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....