Watu Kune Cafe: Magnet Ekonomi Baru Perbatasan Ende
- 16 Feb 2026 10:47 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - Sektor pariwisata di perbatasan Kabupaten Nagekeo dan Ende kini semakin menggeliat berkat inisiatif lokal yang kreatif. Kehadiran Watu Kune Cafe & Resto menjadi bukti nyata bagaimana optimalisasi sumber daya laut mampu menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir.
Pemilik Watu Kune Cafe, Johannes Kong (48), menjelaskan bahwa usaha yang dirintisnya sejak dua tahun lalu ini bertujuan menangkap peluang dari para pelaku perjalanan. Saat ditemui reporter RRI Ende di lokasi Watu Kune Cafe, Minggu 15 Februari 2026, ia menegaskan komitmennya dalam memberdayakan nelayan lokal.
Strategi utama yang dijalankan adalah menjadikan nelayan sekitar sebagai pemasok utama bahan baku kuliner laut segar. Hal ini memastikan sirkulasi uang berputar di Desa Ondorea sehingga memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga setempat.
Tidak hanya sektor kuliner, Johannes juga memberikan ruang khusus bagi para perajin lokal untuk memamerkan karya seni mereka. Berbagai produk kerajinan tangan seperti patung dan tenunan kini mendapatkan panggung yang layak bagi para wisatawan.

Pemilik Watu Kume Cafe, Bapak Johanes Kong (kanan) Saat diwawancarai Reporyrt RRI Ende. Lokasi watu Kune Cafe (dok: Armando/RRI Ende)
Karya seni dari anak muda daerah ini bahkan telah menembus pasar internasional, termasuk pengiriman produk patung hingga ke Prancis. Antusiasme turis asing juga terlihat saat mereka diajak melihat langsung proses menenun tradisional yang dilakukan oleh para ibu di desa.
Selain perajin, sektor UMKM lain seperti petani kelapa turut merasakan dampak positif dari aktivitas ekonomi di kafe ini. Johannes berharap model pemberdayaan ini dapat terus melipatgandakan pendapatan daerah dari berbagai aspek ekonomi kerakyatan.
Meskipun berangkat dari hobi memasak tanpa latar belakang kuliner formal, Johannes Kong terbukti mampu menghadirkan cita rasa yang diminati pasar. Menu spesialisasi seafood seperti Ikan, Cumi-cumi, gurita dan lobster menjadi daya tarik utama yang membuat pelanggan terus kembali berkunjung.
Kemitraan yang erat dengan para penyelam lokal, Petani dan Pengrajin lokal menjadi kunci keberlanjutan pasokan bahan baku berkualitas di Watu Kune. Semangat kolaborasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lain dalam mengelola potensi alam secara mandiri dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....