Rumah BUMN Ende Latih UMKM Kriya Naik Kelas
- 12 Feb 2026 14:59 WIB
- Ende
RRI. CO. ID, Sikka - Rumah BUMN Ende di bawah naungan PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT) menggelar pelatihan kriya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Kamis, 12 Februari 2026, di Desa Sikka, Kabupaten Sikka. Kegiatan bertema “Mengolah Kreativitas Lokal Menjadi Produk Kriya Bernilai Jual” ini diikuti 30 pelaku UMKM kriya serta masyarakat kreatif yang memiliki potensi mengembangkan produk berbasis kearifan lokal.
Pelatihan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk komitmen Rumah BUMN dalam meningkatkan kapasitas pelaku usaha kecil agar mampu menghasilkan produk kreatif, berkualitas, dan berdaya saing. Kegiatan ini juga berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka.
Ketua Akusikka, Sherly Irawati, hadir sebagai narasumber utama. Ia membekali peserta dengan pemahaman tentang proses kreatif, pengembangan desain, pemilihan bahan baku lokal, hingga strategi pemasaran produk kriya.
“Produk kriya kita punya identitas budaya yang kuat. Itu yang harus dipertahankan. Namun, kemasan dan desainnya perlu menyesuaikan selera pasar agar punya nilai jual tinggi,” ujar Sherly.
Ia juga mendorong pelaku UMKM untuk berani berinovasi dalam mengembangkan produk kriya. Selain itu, bahan-bahan lokal dinilai dapat dimanfaatkan sebagai keunggulan utama untuk meningkatkan nilai jual dan daya saing produk.
“Bahan sederhana di sekitar kita bisa menjadi produk bernilai ekonomi jika diolah dengan kreativitas,” ucapnya.
| Baca juga: Media Sosial Dorong UMKM Kuliner Anak Muda |
Sementara itu, Fasilitator Rumah BUMN PLN Ende, Albertmagnus Say, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program pendampingan berkelanjutan. Program tersebut bertujuan membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas usaha agar dapat naik kelas dan lebih berdaya saing.
“Kami tidak hanya memberikan pelatihan keterampilan, tetapi juga mendampingi pelaku usaha memahami manajemen usaha, pengemasan produk, hingga pemasaran. Harapannya, UMKM kriya di Sikka bisa lebih percaya diri bersaing di pasar yang lebih luas,” kata Albertmagnus.
Menurutnya, potensi kriya lokal di Kabupaten Sikka sangat besar. Hal ini didukung oleh kekayaan budaya serta kreativitas masyarakat yang menjadi kekuatan utama dalam mengembangkan produk bernilai jual.
“Kalau potensi ini dikelola dengan baik, UMKM bisa menjadi penggerak ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” katanya.
Selama pelatihan, peserta mengikuti sesi diskusi dan praktik langsung mengolah bahan menjadi produk kriya. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai ide kreatif yang muncul, mulai dari kerajinan tangan berbasis serat alam hingga suvenir khas daerah.
Melalui kegiatan ini, Rumah BUMN Ende berharap pelaku UMKM kriya mampu meningkatkan kualitas dan nilai jual produknya, membuka peluang pasar lebih luas, serta berkontribusi dalam memperkuat ekonomi lokal berbasis kreativitas dan kearifan budaya setempat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....