Rumah Tempe Pring Kuning Pasok Kebutuhan Masyarakat Manggarai
- 30 Jan 2026 21:48 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai – Rumah Produksi Tempe Pring Kuning yang berlokasi di Gang Bali, Kelurahan Karot, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, siap memasok kebutuhan tempe dan tahu berkualitas dengan harga terjangkau bagi masyarakat. Pemilik usaha, Rohman, saat ditemui RRI pada Jumat, 30 Januari 2026, menjelaskan bahwa usaha tersebut mulai dirintis sejak akhir tahun 2018.
Nama Pring Kuning diangkat sebagai identitas sekaligus logo usaha yang kini semakin dikenal oleh para konsumen. Dalam proses produksinya, Tempe Pring Kuning telah menggunakan mesin yang dirakit dan diproduksi secara mandiri.
Selain mesin produksi, tersedia pula sejumlah peralatan pendukung untuk pengemasan tempe, bahkan digunakan juga untuk produksi tahu. "Ada beberapa jenis alat untuk pengemasan tempe dan untuk tahu juga ada," ujarnya.
Untuk kapasitas produksi, Rohman menyebutkan bahwa setiap hari pihaknya mampu memproduksi sekitar satu kuintal tempe, meski jumlah tersebut dapat menyesuaikan dengan permintaan pasar. Bahan baku kedelai sebagian besar didatangkan dari Surabaya, sementara pasokan lokal masih tersedia namun dinilai belum maksimal.
Meski demikian, ketersediaan bahan baku sejauh ini tidak mengalami kendala. “Ya, alhamdulillah, masih normal semua,” katanya.
Untuk pendistribusian, Rohman menyebut produk Tempe Pring Kuning disalurkan ke sejumlah kios dan pedagang, serta ke tiga dapur MBG di wilayah Karot, Carep, dan Lawir.
Setiap hari, sekitar 700 hingga 1.000 butir tempe didistribusikan ke berbagai titik tersebut, termasuk dapur MBG. Keunggulan Tempe Pring Kuning terletak pada daya tahannya yang mampu bertahan hingga tujuh sampai delapan hari.
Menurut Rohman, perbedaan tersebut dipengaruhi oleh jenis ragi yang digunakan. Hal ini berbeda dengan tempe biasa yang umumnya hanya bertahan satu hingga dua hari sebelum mengalami pembusukan.
Sejumlah pelanggan juga mengakui adanya perbedaan cita rasa pada Tempe Pring Kuning, yang kembali dipengaruhi oleh kualitas dan pengolahan ragi dalam proses fermentasi. Ia berharap, usaha tersebut semakin berkembang dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas, sehingga dapat meningkatkan produksi, membuka lapangan pekerjaan, serta memberikan kontribusi terhadap perekonomian masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....