Ligwina Hananto: Rasio Tabungan Minimal 10 Persen dari Penghasilan
- 20 Jul 2026 19:38 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Jakarta – Perencana keuangan Ligwina Hananto mengingatkan masyarakat untuk menyisihkan tabungan minimal 10 persen dari penghasilan setiap bulan sebagai langkah awal membangun kesehatan finansial.
Menurut Ligwina, kondisi keuangan harus dinilai melalui rasio yang terukur sebelum seseorang mulai berinvestasi. Ia menyampaikan hal tersebut dalam sebuah podcast mengenai pengelolaan keuangan pribadi.
CEO dan Lead Financial Trainer QM Financial, Ligwina Hananto, mengatakan rasio cicilan utang ideal maksimal 30 persen dari penghasilan. Sementara itu, rasio menabung minimal mencapai 10 persen dari pendapatan bulanan.
"Rasio cicilan utang itu 30 persen dari penghasilan. Rasio menabung itu minimum 10 persen dari penghasilan," kata Ligwina.
Ia menilai masih banyak masyarakat yang tidak meningkatkan jumlah tabungan meski pendapatannya bertambah. Kondisi tersebut membuat kemampuan membangun aset tidak berkembang.
Ligwina menekankan kemampuan menghasilkan uang berbeda dengan kemampuan mengelola uang. Karena itu, setiap orang perlu melakukan pemeriksaan kesehatan keuangan atau financial check-up.
Menurutnya, investasi sebaiknya dilakukan setelah kondisi keuangan dinyatakan sehat. Salah satu indikatornya adalah tidak memiliki utang berbunga tinggi, seperti kartu kredit atau pinjaman daring.
Selain itu, masyarakat dianjurkan memisahkan alokasi pengeluaran berdasarkan kebutuhan harian, mingguan, bulanan, tabungan, dan investasi. Cara tersebut membantu mengendalikan arus kas sekaligus mencegah pengeluaran berlebihan.
Ia juga mengingatkan pentingnya memiliki perlindungan kesehatan melalui BPJS Kesehatan atau asuransi sebelum memperbesar investasi. Langkah itu dinilai mampu melindungi kondisi keuangan ketika terjadi risiko kesehatan.
Bagi pekerja dengan penghasilan terbatas, Ligwina menyarankan agar fokus meningkatkan keterampilan dan karier. Peningkatan kemampuan dinilai menjadi jalan untuk memperoleh pendapatan yang lebih baik.
Sementara itu, bagi pekerja yang mendekati masa pensiun, ia menyarankan agar mulai menyiapkan profesi baru dan aset produktif. Menurutnya, dana pensiun saja berpotensi tidak mencukupi kebutuhan hidup hingga puluhan tahun setelah pensiun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....