Investasi Manggarai Barat Tembus Rp1,16 Triliun, Pariwisata Tetap Jadi Magnet
- 29 Jul 2026 20:11 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Realisasi investasi di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga semester I tahun 2026 mencapai Rp1.168.465.046.114. Nilai tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp434.598.594.328.
Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Manggarai Barat, realisasi investasi semester I tahun 2026 terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp625.582.105.289 dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp542.882.940.825. Dengan capaian tersebut, realisasi investasi meningkat sebesar Rp733.866.451.786 dibandingkan semester I tahun lalu.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Manggarai Barat, Maria Eltris Babur, mengatakan capaian tersebut menunjukkan iklim investasi di Manggarai Barat terus tumbuh dan kepercayaan investor terhadap daerah ini semakin meningkat.
“Realisasi investasi hingga semester I tahun 2026 telah mencapai Rp1,168 triliun. Angka ini meningkat sebesar Rp733,86 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian ini menjadi indikator bahwa Manggarai Barat masih menjadi daerah yang menarik bagi investor untuk menanamkan modalnya,” ujarnya, Rabu 29 Juli 2026.
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menargetkan realisasi investasi sepanjang tahun 2026 sebesar Rp1.936.877.525.674. Hingga triwulan II, sektor pariwisata masih menjadi sektor yang paling diminati investor, terutama pada bidang hotel dan restoran dengan nilai investasi mencapai Rp679.632.313.949.
Selain itu, investasi juga mengalir ke sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran sebesar Rp340.282.536.627, serta sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi sebesar Rp70.082.561.352.
Lebih lanjut, dirinya juga menjelaskan bahwa hingga saat ini investasi di Manggarai Barat masih didominasi sektor pariwisata.
“Pariwisata tetap menjadi sektor unggulan yang menarik minat investor. Hal ini terlihat dari besarnya nilai investasi yang masuk pada sektor hotel dan restoran dibandingkan sektor lainnya,” katanya.
Ia menambahkan, pada tahun 2025 investasi lebih banyak didominasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Namun, hingga triwulan II tahun 2026, nilai Penanaman Modal Asing (PMA) mulai melampaui PMDN, masing-masing sebesar Rp625.582.105.289 dan Rp542.882.940.825. Investor asing yang berinvestasi di Manggarai Barat antara lain berasal dari Qatar, Swiss, Inggris, Italia, dan Jepang.
Kendati demikian, pihaknya mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi investor, terutama persoalan lahan di kawasan Labuan Bajo dan sekitarnya, serta kebutuhan pengembangan infrastruktur dasar seperti jaringan air bersih, listrik, dan internet.
“Karena itu pemerintah terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif dengan memperbaiki pelayanan perizinan serta mendorong pembangunan infrastruktur pendukung,” ungkapnya.
Masuknya investasi juga memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang telah diverifikasi BKPM, investasi hingga semester I tahun 2026 telah menyerap 1.264 tenaga kerja tetap.
Adapun pemerintah juga memastikan investasi memberikan manfaat bagi masyarakat melalui kewajiban perusahaan menyerap sekitar 60 hingga 70 persen tenaga kerja lokal, mendorong kemitraan antara perusahaan besar dan pelaku usaha mikro dan kecil (UMK), meningkatkan kapasitas UMK melalui pelatihan berbasis kompetensi, serta memfasilitasi penerbitan legalitas usaha melalui bimbingan teknis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....