Pencarian Hari Kedua Longsor Kampung Pau Masih Nihil

  • 24 Jan 2026 19:49 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - SAR Gabungan masih melanjutkan operasi pencarian terhadap dua warga yang tertimbun bencana tanah longsor di Kampung Pau, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lambaleda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bencana longsor terjadi pada Rabu 22 Januari 2026 sekitar pukul 16.30 WITA, setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi sejak pagi hingga sore hari. Longsoran tanah menimbun area permukiman warga dan menyebabkan dua orang dinyatakan hilang serta hingga kini masih dalam proses pencarian.

Informasi kejadian pertama kali diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan melalui Koordinator Pos SAR Manggarai Barat pada Kamis 23 Januari 2026, pukul 07.00 WITA. Lokasi kejadian berada di Kampung Pau, Desa Goreng Meni, dengan titik koordinat 08°27’4.49” LS dan 120°3’0.42” BT, berjarak sekitar 175 kilometer dari Pos SAR Manggarai Barat.

Dua korban yang masih dalam pencarian masing-masing bernama Theresia Resen (47) dan Yustina Mira (19), keduanya berjenis kelamin perempuan dan merupakan warga Kampung Pau, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lambaleda, Kabupaten Manggarai Timur.

Pada Operasi SAR Hari Kedua (H.2), Jumat 24 Januari 2026, Tim SAR Gabungan mulai melakukan briefing pada pukul 06.00 WITA sebelum melanjutkan pencarian di sekitar lokasi kejadian perkara (LKK). Upaya pencarian dilakukan dengan metode penyisiran dan penggalian material longsor.

Pencarian berlangsung sejak pukul 07.00 WITA hingga 12.00 WITA dengan hasil nihil. Operasi kemudian dilanjutkan kembali pada pukul 13.00 WITA hingga pukul 17.00 WITA, termasuk koordinasi dengan masyarakat setempat, namun belum membuahkan hasil.

Pada pukul 17.45 WITA, Tim SAR Gabungan melaksanakan debriefing dan memutuskan operasi pencarian akan kembali dilanjutkan pada Sabtu 25 Januari 2026, mulai pukul 06.00 WITA.

Adapun unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini terdiri dari Pos SAR Manggarai Barat, BPBD Manggarai Timur, Polres Manggarai Timur, Brimob Manggarai Timur, Koramil Lamba Leda, aparat kecamatan, tenaga medis Puskesmas Benteng Jawa, aparat Desa Goreng Meni, serta masyarakat setempat, dengan total personel sekitar 112 orang.

Diketahui dalam pelaksanaan operasi, Tim SAR didukung sejumlah peralatan di antaranya truk personel, peralatan SAR darat, peralatan evakuasi, serta perlengkapan medis.

Kendala utama yang dihadapi di lapangan meliputi kondisi cuaca yang sebelumnya hujan disertai angin dan kabut, akses menuju lokasi yang masih tertutup material longsor, serta adanya longsor di beberapa titik sepanjang jalur menuju lokasi.

Sementara itu, berdasarkan pemantauan terakhir, kondisi cuaca di lokasi terpantau cerah berawan dengan kecepatan angin 10–12 knot bertiup dari arah barat hingga timur laut.

Operasi SAR masih akan terus dilanjutkan dengan mengutamakan keselamatan personel, serta koordinasi lintas instansi hingga seluruh korban berhasil ditemukan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....