Festival Golo Curu Ratu Rosari 2025 Resmi Dibuka
- 03 Okt 2025 21:18 WIB
- Ende
KBRN, Manggarai: Festival Golo Curu Ratu Rosari 2025 resmi dibuka di halaman Gereja Katedral Ruteng, Jumat (3/10/2025). Pembukaan diawali oleh penampilan drum band dari SMAK Fransiskus Ruteng dan dilanjutkan dengan tarian tradisional Tiba Meka dari SMPN 4 Langke Rembong.
Turut hadir dalam acara tersebut Uskup Ruteng Mgr Sipri Hormat, Wakil Bupati Manggarai Fabi Abu unsur Forkopimda, anggota DPRD, Ketua MUI, utusan paroki-paroki, serta ratusan umat yang memadati halaman gereja.
Ketua Panitia, Yosnono, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema pastoral Keuskupan Ekaristi Transformatif, Sumber dan Puncak Kehidupan Gereja, menjadi landasan festival ini. Menurutnya, Festival ini lebih dari sekadar perayaan iman tetapi juga dimaknai sebagai pesta rakyat inklusif yang melibatkan berbagai elemen lintas agama.
Ia juga menyampaikan rangkaian acara inti festival meliputi ziarah dan prosesi patung Bunda Maria Ratu Rosari, dengan rute dari Paroki Karot menuju Rejeng, kemudian Pass through Paroki Cancar, Rejeng, Wangkung, Ngkor, Kuwu hingga paroki-paroki dalam kota Ruteng. Puncaknya akan digelar di Bukit Golo Curu pada 7 Oktober, diawali dengan misa akbar di Katedral.
Sepanjang lima hari festival berlangsung, pagelaran budaya akan menghiasi halaman Gereja Katedral, mulai dari tarian Caci, musik tradisional, dan atraksi seni khas Manggarai. Puncak acara berupa tarian kolosal Maria Ratu Rosari berpadu dengan ritus kopi akan menjadi sajian utama pada 6 Oktober. "Festival ini juga mengusung corak kultural, selama 5 hari akan dipentaskan berbagai atraksi budaya seperti Tarian Caci, dan seni musik lainnya yang akan merupakan kekayaan tradisi masyarakat Manggarai," katanya.
Selain itu, pada 5 Oktober akan digelar ibadat ekologi di Mbaru Wunut, kelurahan Watu, serta kegiatan karitatif berupa pembagian sembako di Klinik Renceng Mose.
Ia menambahkan, Festival Golo Curu juga dirancang dengan tujuan memperkuat pariwisata yang berakar budaya, spiritual lokal, dan ramah ekologi. Ia berharap UMKM dan komunitas seni budaya diharapkan semakin berkembang dan sejahtera. "Semangat Bhinneka Tunggal Ika diwujudkan lewat kolaborasi gereja, pemerintah, masyarakat, dan lintas agama, agar wisatawan dapat menikmati pengalaman religius dan budaya yang unik serta berkesan bagi Manggarai," ucapnya.
Sementara, Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu, dalam sambutannya menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Manggarai menaruh harapan besar agar Festival Golo Curu dapat segera masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Menurutnya, langkah ini penting untuk mendorong promosi pariwisata daerah secara lebih luas, meningkatkan kunjungan wisatawan, khususnya peminat wisata religi dan budaya, serta memberikan dampak ekonomi yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat lokal.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Manggarai untuk tidak hanya menghayati spiritualitas secara pribadi, tetapi juga mengaplikasikannya dalam tindakan nyata. Salah satunya melalui kepedulian terhadap sesama dan sikap yang lebih ramah terhadap lingkungan hidup. "Mari kita menjadikan momentum ini untuk membangun kesadaran akan pengelolaan sampah, menjaga kebersihan lingkungan sekitar, serta menanam pohon sebagai upaya menjaga kelestarian alam," ujarnya.
Uskup Ruteng, Mgr. Sipri Hormat, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Festival Golo Curu merupakan wujud nyata sinodalitas Gereja lokal Keuskupan Ruteng. Ia menekankan bahwa kebersamaan umat tidak hanya tercermin dalam kegiatan ziarah dan perayaan iman, tetapi juga melalui partisipasi aktif berbagai elemen, seperti pelaku UMKM serta para seniman dan budayawan yang ambil bagian dalam festival. “Kita membangun komunio sebagai Gereja, tidak hanya lewat prosesi atau liturgi, tetapi juga melalui solidaritas ekonomi umat dan apresiasi terhadap budaya,” katanya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pemukulan gong oleh Uskup Ruteng, Mgr. Sipri Hormat, disusul dengan pengguntingan pita oleh Wakil Bupati Manggarai, Fabi Abu, sebagai simbol dimulainya Festival Golo Curu 2025. Setelah seremoni pembukaan, rombongan tamu undangan melanjutkan agenda dengan mengunjungi stand-stand UMKM untuk meninjau langsung berbagai produk lokal yang dipamerkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....