Pusat vulkanologi: Gunung Lewotobi Berpotensi Erupsi Mendadak Lagi
- 04 Agt 2025 15:08 WIB
- Ende
KBRN, Ende: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur masih berpotensi mengalami erupsi susulan. Potensi ini meningkat karena jeda waktu antara aktivitas kegempaan dan erupsi kini semakin singkat.
Kepala PVMBG Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Hadi Wijaya katakan, berdasarkan hasil pemantauan terbaru, pola erupsi gunung tersebut mengalami perubahan signifikan. Jika sebelumnya jeda waktu antara gempa vulkanik dan letusan sekitar empat jam, kini menyusut menjadi hanya dua jam.
"Kondisi ini menunjukkan peningkatan suplai magma menuju permukaan secara cepat. Oleh karena itu, PVMBG meminta pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan serta terus memantau aktivitas gunung secara ketat," ujar Hadi dalam keterangannya, Sabtu (2/8/2025).
PVMBG juga memperingatkan adanya potensi risiko bahaya berupa sebaran abu vulkanik ke wilayah padat penduduk serta lontaran material pijar dalam radius hingga empat kilometer dari kawah. Selain itu, banjir lahar dingin juga dapat terjadi saat hujan turun di lereng gunung.
Banjir lahar tercatat telah terjadi pada 29 Juli 2025 lalu dan berdampak pada sejumlah infrastruktur serta mengganggu aktivitas warga di kaki gunung. Daerah paling berisiko terpapar material vulkanik berada di sektor barat daya hingga timur laut Gunung Lewotobi, terutama di wilayah Desa Boru dan sekitarnya yang masuk zona rawan bencana.
Gunung Lewotobi Laki-Laki dikenal dengan karakter erupsi eksplosif dan potensi erupsi magmatik yang dapat menghasilkan aliran lava serta awan panas guguran. Sejak awal 2024, gunung ini sudah enam kali berstatus Awas.
Erupsi pada Jumat, 1 Agustus 2025 malam tercatat sebagai salah satu yang terbesar sepanjang tahun, dengan kolom abu mencapai 18 kilometer dari puncak kawah. Erupsi susulan beberapa jam kemudian menghasilkan kolom setinggi 10 kilometer, dengan dampak meluas hingga ke wilayah selatan Nusa Tenggara Timur.
PVMBG terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari otoritas terkait guna menghindari risiko yang lebih besar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....