Tujuh Tanda Murka Allah dan Penahannya

  • 01 Agt 2025 20:14 WIB
  •  Ende

KBRN, Ende: Mimbar Agama Islam RRI Ende edisi Jumat, 1 Agustus 2025, menghadirkan pesan perenungan mendalam tentang tanda-tanda datangnya murka Allah Subhanahu wa Ta’ala. Renungan tersebut disampaikan oleh Fhatur Rachman Ola, S.Sos., Penyuluh Agama Islam Fungsional dari Kementerian Agama Kabupaten Ende.

Dalam tausiyahnya, Fhatur mengangkat isi Hadis Qudsi yang mengingatkan umat tentang tujuh golongan manusia yang menjadi pertanda mendekatnya murka Allah. Ia menyebutkan bahwa jika ketujuh tanda ini tampak di tengah masyarakat, maka umat wajib waspada.

Tanda pertama adalah wafatnya para ulama dan menurunnya peran mereka sebagai cahaya zaman. Jika ulama tidak lagi menuntun umat, maka kegelapan moral dan kebodohan akan menyelimuti masyarakat.

Tanda kedua adalah rusaknya ibadah karena ujub dan riya, di mana amalan tak lagi tulus karena Allah. Ketiga, orang kaya yang lupa bersyukur dan enggan berbagi, menjadikan kekayaannya sebagai sumber kehancuran diri.

Keempat, orang fakir yang kufur terhadap takdir dan kehilangan kesabaran dalam menghadapi ujian hidup. Kelima, orang sehat yang menyalahgunakan nikmat kesehatan untuk berbuat maksiat, bukan untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Tanda keenam adalah orang berilmu yang tidak mengamalkan ilmunya, menjadikannya tidak bermanfaat bahkan celaka bagi dirinya sendiri. Ketujuh, orang bodoh yang menolak belajar dan justru menyebar kerusakan melalui kebodohannya.

Namun di balik itu, Fhatur juga menyampaikan harapan melalui empat golongan yang dapat menahan turunnya murka Allah. Mereka adalah orang tua yang taat beribadah, anak muda yang tekun beribadah, bayi yang masih dalam kesucian, dan binatang yang hidup sesuai fitrahnya.

Jika keempat golongan ini masih ada, maka rahmat Allah masih turun ke bumi. Namun jika mereka lenyap, bencana besar seperti kekeringan, krisis pangan, dan musibah alam akan menjadi kenyataan yang menyakitkan.

Dalam penutup tausiyahnya, Fhatur mengajak seluruh umat untuk bermuhasabah dan menjaga diri agar tidak termasuk dalam golongan yang mendatangkan murka Allah. Ia juga mendorong masyarakat agar berupaya menjadi bagian dari kelompok yang menghadirkan rahmat bagi semesta.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....