Koke Bale: Rumah Adat Lamaholot Pusat Warisan Leluhur

  • 19 Jan 2025 13:15 WIB
  •  Ende

KBRN, Ende : Rumah adat Koke Bale, simbol budaya suku Lamaholot di Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki makna mendalam sebagai pusat kehidupan dan warisan leluhur. Istilah "Koke Bale" berasal dari kata "koke" yang berarti titik pusat dan "bale" yang bermakna rumah atau tempat tinggal. Makna ini menjadikan Koke Bale sebagai rumah induk, asal, atau rumah leluhur masyarakat Lamaholot.

Silvester Petara Hurint, budayawan Flores Timur, dalam program Bincang Budaya di Pro 1 RRI Ende menjelaskan, Koke Bale ditemukan di desa-desa tradisional masyarakat Lamaholot, seperti Flores Timur, Adonara, Solor, Lembata, dan beberapa wilayah di Alor. Rumah adat ini berbentuk panggung dan biasanya terletak di tengah kampung, dilengkapi benda-benda peninggalan nenek moyang seperti gong dan gendang yang digunakan dalam ritual adat.

"Koke Bale bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga pusat spiritual dan budaya. Halamannya menjadi lokasi pertunjukan tarian tradisional khas Lamaholot seperti Hedung, Hamang, Dolo-dolo, hingga pencak silat," ungkap Silvester. Rumah ini diyakini sebagai cikal bakal kehidupan masyarakat desa, mencerminkan kehadiran leluhur pertama yang melahirkan keturunan hingga menyebar ke berbagai penjuru.

Menurut Silvester, setiap warga Lamaholot memahami asal-usulnya melalui cerita turun-temurun. Koke Bale melambangkan jiwa, pusat hidup, dan nyawa dari seluruh anggota masyarakat Lamaholot. Keberadaan rumah ini mengingatkan masyarakat akan perlindungan leluhur, yang disebut sebagai Kewokot, utusan penguasa tertinggi Lera Wulan (matahari dan bulan).

Koke Bale tidak hanya menjadi pusat budaya, tetapi juga warisan yang menjaga jati diri masyarakat Lamaholot. Dengan berbagai ritual dan tradisi yang dilestarikan, rumah adat ini tetap hidup sebagai simbol keharmonisan masyarakat dengan leluhur dan alam.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....