Tenun Songke Manggarai, Warisan Budaya Penuh Filosofi
- 16 Nov 2024 05:05 WIB
- Ende
KBRN,Ende: Tenun songke Manggarai merupakan salah satu warisan budaya khas Nusa Tenggara Timur yang sarat akan nilai tradisi dan estetika. Kain ini dikenal dengan warna dasar hitam yang melambangkan kewibawaan dan kebersamaan. Berbagai motif unik pada kain songke tidak sekadar hiasan, tetapi juga menyimpan filosofi mendalam, seperti yang disampaikan oleh pegiat budaya Manggarai Barat, Gusti Mangun, kepada rri.co.id pada Sabtu (9/11/2024).
Ada empat jenis utama tenun songke Manggarai, yaitu Songke Lamba Ledak, Songke Kain Cibal, Lipa Todo, dan Lipa Ulam Munting. Masing-masing jenis memiliki keunikan tersendiri. Lamba Ledak dan Kain Cibal mempertahankan dominasi warna hitam, sedangkan Lipa Todo menampilkan warna merah marun dengan pola garis sederhana namun tetap berkarakter.
Ciri khas tenun songke Manggarai terlihat dari motif "jok" yang hampir selalu hadir di bagian bawah kain. Motif ini menyerupai bentuk rumah adat Manggarai yang mengerucut, sebagai simbol penghormatan kepada leluhur dan identitas budaya Manggarai.
Gusti Mangun juga menyoroti inovasi para penenun yang terus mengembangkan motif modern tanpa melupakan akar tradisi. Langkah ini tidak hanya melestarikan nilai-nilai budaya tetapi juga membuat tenun songke semakin menarik bagi generasi muda.
"Tenun songke Manggarai bukan sekadar kain, tetapi simbol nilai luhur, semangat gotong royong, dan kebanggaan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi," tegas Gusti.
Dengan keindahan dan filosofinya, tenun songke Manggarai terus menjadi identitas budaya Manggarai sekaligus daya tarik bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih dalam budaya Nusa Tenggara Timur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....