MPLS 2026 Dorong Siswa Berkarya sejak Awal
- 31 Agt 2026 08:28 WIB
- Ende
Poin Utama
- OBRAS RRI Ende membahas MPLS dan tahun ajaran baru 2026/2027 bersama Kak Dion.
- MPLS 2026 mengusung pembelajaran berkesadaran, bermakna, ramah, dan menyenangkan.
- Pelaksanaan MPLS berlangsung lima hari dan ditutup dengan kegiatan Unjuk Karya.
- MPLS menegaskan lingkungan sekolah harus bebas dari praktik peloncoan.
- Literasi digital dan pembiasaan positif menjadi bagian dari penguatan karakter siswa.
- Siswa didorong mandiri mencari sumber belajar dari rumah dan lingkungan masyarakat.
- Guru diharapkan semakin terbuka terhadap kolaborasi dan kebutuhan peserta didik.
RRI.CO.ID, Ende - Program OBRAS (Obrolan Spada) Pro Dua RRI Ende, Senin 13 Juli 2026, mengangkat kesiapan peserta didik memasuki tahun ajaran baru 2026/2027 melalui tema “Reset, Restart, Berkarya: Awali Semester Dengan Aksi Nyata”. Dialog yang dipublikasikan melalui kanal YouTube RRI ENDE pada 13 Juli 2026 itu dipandu penyiar Salsa bersama guru inisiator perubahan di Kabupaten Ende, Dion Dhani.
Dion menjelaskan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026 hadir dengan pendekatan berbeda dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Kegiatan tersebut diarahkan pada proses belajar yang berkesadaran, bermakna, ramah, dan menyenangkan serta menegaskan larangan terhadap segala bentuk peloncoan.
Pelaksanaan MPLS tahun ini berlangsung selama lima hari dan memberikan ruang lebih luas bagi peserta didik baru untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Pada hari terakhir, siswa akan mengikuti Unjuk Karya untuk menampilkan bakat serta hasil kerja kelompok yang dikembangkan selama kegiatan berlangsung.
“Sekolah bukan hanya tempat mengejar nilai akademis atau angka 100, tetapi ruang untuk berkembang, mengasah keahlian, dan membentuk karakter,” kata Dion. Ia menambahkan, “Peserta didik juga perlu memiliki rasa peduli dan empati agar menjadi orang pintar yang tetap memiliki jiwa sosial.”
Selain pembentukan karakter, MPLS 2026 juga memberi perhatian pada literasi digital karena anak-anak kini tumbuh dalam lingkungan yang dekat dengan gawai. Materi tersebut diharapkan membantu siswa menggunakan teknologi secara bijak, sekaligus membangun kebiasaan positif di rumah, perjalanan, dan lingkungan sekolah.
Dion juga mendorong siswa agar lebih mandiri dan proaktif mencari sumber pembelajaran di luar ruang kelas. Menurutnya, pengalaman dari keluarga dan masyarakat, termasuk potensi usaha orang tua, dapat menjadi sumber inspirasi yang dibawa ke sekolah sehingga proses belajar berkembang secara interaktif antara guru dan peserta didik.
Menutup perbincangan, Kak Dion mengajak para guru di Kabupaten Ende untuk terbuka terhadap kolaborasi dan lebih mendengarkan kebutuhan peserta didik. Ia berharap sekolah menjadi taman belajar yang menyenangkan, sementara para pelajar terus menjaga semangat meraih prestasi dari tingkat daerah hingga kancah internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....