BNPB Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Palue

  • 18 Agt 2026 07:46 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama tim gabungan kembali menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT, Senin 17 Agustus 2026. Bantuan dikirim menggunakan jalur laut dan udara untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan warga di wilayah kepulauan yang masih menghadapi keterbatasan akses pascagempa berkekuatan Magnitudo 7,7.

Pengiriman tersebut merupakan lanjutan dari bantuan tahap pertama yang sebelumnya telah diberangkatkan pada Minggu 16 Agustus 2026 menggunakan speedboat milik Polair. Pada pengiriman Senin, bantuan yang dibawa meliputi 150 unit tenda keluarga, 400 lembar matras, enam unit genset dan enam jerigen BBM masing-masing berkapasitas 20 liter.

Selain itu juga dikirim 10 boks peralatan listrik, 600 paket sembako, 100 dus air minum, 1,6 ton beras untuk kebutuhan selama satu minggu, 300 lembar selimut, 100 paket hygiene kits, 100 paket kidsware, serta 150 liter minyak goreng. Ferry KMP Ile Ape yang mengangkut bantuan tiba di Pulau Palue sekitar pukul 17.20 WITA.

Setibanya di lokasi, bantuan langsung dibongkar dan dipersiapkan untuk didistribusikan kepada masyarakat terdampak. Sekretaris Camat Palue, Maria Bernadeta Roja, menerima langsung bantuan tersebut selanjutnya, tim gabungan harus menempuh jalur darat untuk menjangkau warga di sejumlah lokasi terdampak.

“Bantuan yang tiba ini akan segera kami distribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kondisi jalan masih cukup sulit karena kerusakan akibat gempa,” kata Maria Bernadeta Roja.

Kondisi infrastruktur jalan yang rusak menjadi salah satu tantangan dalam proses distribusi. Meski demikian, personel gabungan tetap bergerak melalui jalur yang cukup menantang untuk memastikan bantuan dapat diterima langsung oleh masyarakat.

Selain bantuan logistik dan kebutuhan hunian, dukungan kesehatan juga diberikan melalui obat-obatan serta pengerahan delapan tenaga medis dari Pusat Krisis Kementerian Kesehatan (Puskris Kemenkes). Sementara itu, pemulihan jaringan listrik di Pulau Palue juga terus dilakukan.

Berdasarkan data PLN UP3 Flores Bagian Timur per 17 Agustus 2026 pukul 17.00 WITA, dari enam gardu distribusi yang terdampak, empat gardu telah kembali menyala, sedangkan dua gardu masih dalam kondisi padam. Upaya perbaikan terus dilakukan untuk mempercepat pemulihan kelistrikan dan mendukung aktivitas masyarakat di wilayah terdampak.

“Penanganan tidak hanya pada pemenuhan kebutuhan logistik, tetapi juga memastikan layanan dasar seperti listrik dan kesehatan dapat kembali berjalan secara bertahap,” demikian keterangan tim penanganan di lapangan.

Penggunaan jalur laut menjadi salah satu strategi utama dalam mempercepat distribusi bantuan dalam jumlah besar ke Pulau Palue. Sementara dukungan transportasi udara dimanfaatkan untuk mempercepat mobilisasi personel dan kebutuhan penanganan darurat.

BNPB bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, tenaga kesehatan, relawan dan unsur terkait terus melakukan koordinasi untuk memantau kondisi masyarakat serta mengidentifikasi kebutuhan lanjutan. Distribusi bantuan ke Pulau Palue menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan masyarakat terdampak bencana, termasuk warga di wilayah kepulauan dengan akses yang sulit, tetap memperoleh bantuan secara cepat dan tepat sasaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....