3 Desa Terisolasi,Wabup Tarsi Tinjau Crossway Wae Musur yang Putus Akibat Banjir
- 13 Mei 2026 18:59 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Timur – Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Syukur, bergerak cepat meninjau lokasi putusnya crossway Wae Musur di Kecamatan Rana Mese pada Rabu, 13 Mei 2026. Kehadiran orang nomor dua di Manggarai Timur tersebut, yang didampingi langsung oleh tim teknis dari Dinas PUPR dan BPBD.
Kehadiran mereka bertujuan untuk memetakan kerusakan infrastruktur akibat banjir bandang serta memastikan langkah penanganan darurat segera diambil bagi warga yang terdampak. Dari hasil peninjauan di lapangan, Wabup Tarsi mendapati kondisi crossway Wae Musur rusak total sehingga tidak dapat dilalui kendaraan maupun pejalan kaki.
Kondisi ini menyebabkan akses transportasi menuju Desa Satar Lenda, Lidi, dan Bea Ngencung lumpuh sepenuhnya. "Akses tiga desa terputus total. Kami akan berupaya maksimal agar jalan ini segera tersambung kembali setelah debit air menurun," kata Wabup Tarsi di lokasi bencana.
Wabup Tarsi mengakui tingginya debit air Kali Wae Musur saat ini masih menjadi kendala utama penanganan di lapangan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pengerjaan teknis akan segera dimulai begitu cuaca membaik dan arus sungai kembali stabil.
Bencana ini dipicu hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Rana Mese sejak Selasa malam. Arus banjir yang meningkat drastis menghantam dan memutus total crossway Wae Musur hilir pada Rabu dini hari, 13 Mei 2026.
Teo Pamput, warga setempat yang menyaksikan detik-detik meluapnya sungai, menuturkan bahwa puncak banjir terjadi pada pagi hari akibat akumulasi curah hujan tinggi dari wilayah hulu.
“Sejak tadi malam hujan tidak berhenti. Pagi tadi banjir besar datang dari hulu dan langsung menghantam crossway sampai putus. Sekarang warga benar-benar tidak bisa ke Borong atau Ruteng,” ujar Teo
Bagi warga setempat, jalur ini menjadi urat nadi perekonomian sekaligus akses utama layanan kesehatan. Teo menyebut keberadaannya sangat krusial bagi masyarakat di seberang sungai, terutama saat menghadapi situasi darurat medis yang membutuhkan penanganan cepat ke pusat kota.
“Dulu sebelum ada jalan ini, kami harus bertaruh nyawa menyeberangi arus deras jika ada pasien darurat. Sekarang, saat jalan ini putus, kekhawatiran itu muncul kembali," katanya.
Teo bersama lainnya berharap Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur segera mengambil langkah nyata untuk mempercepat perbaikan crossway tersebut yang terputus total akibat hantaman banjir bandang. Selain itu, kondisi cuaca juga diharapkan segera membaik sehingga pengerjaan teknis dapat segera direalisasikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....