Jalan Berlumpur, Warga Jegharangga Terisolasi Saat Musim Hujan

  • 11 Des 2025 08:13 WIB
  •  Ende

KBRN, Ende: Hujan yang turun hampir setiap hari menjadi kekhawatiran tersendiri bagi warga Desa Jegharangga, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende. Jalan desa yang belum disemenisasi berubah menjadi lumpur licin dan berbahaya, membuat kampung seolah terputus dari dunia luar.

Bagi warga, melintas di jalan itu bukan sekadar perjalanan, tetapi perjuangan. Kendaraan roda dua dan roda empat kerap tak mampu bergerak. Dalam kondisi demikian, warga bergotong royong menarik motor dan mobil dengan tali agar bisa melewati jalur berlumpur.

“Kalau hujan, jalan ini seperti kubangan. Kami harus tarik kendaraan ramai-ramai supaya bisa sampai ke rumah,” kata Plasidus Dendy Petu, pemuda Desa Jegharangga kepada RRI, Rabu, (10/12/2025).

Ia menuturkan, sedikitnya lima ruas jalan di wilayah desa masih rusak dan belum pernah disemenisasi maupun diaspal. Dampaknya dirasakan langsung oleh warga dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak sering terpaksa tidak masuk sekolah, warga menunda berobat, dan aktivitas ekonomi tersendat.

“Kadang kami harus memilih, mau jalan ke sekolah atau lebih baik tinggal di rumah karena takut jatuh,” ujarnya.

Di desa yang dihuni lebih dari 200 kepala keluarga itu, mayoritas warga menggantungkan hidup dari pertanian. Lahan mereka subur, menghasilkan padi, kakao, vanili, hingga kemiri. Namun hasil kebun sering sulit dibawa keluar desa saat musim hujan.

“Hasil kebun ada, tapi jalan rusak bikin biaya angkut mahal dan kadang tidak bisa keluar sama sekali,” ucap Dendy.

Menjelang perayaan Natal, kecemasan warga kian terasa. Jalan berlumpur bukan hanya menghambat ekonomi, tetapi juga kehidupan iman.

“Kalau hujan terus, kami khawatir tidak bisa ke gereja. Padahal Natal itu momen penting bagi kami,” katanya lirih.

Meski hidup dalam keterbatasan, warga Desa Jegharangga tetap mengandalkan semangat gotong royong. Namun harapan mereka sederhana: jalan yang layak dan aman.

“Kami hanya ingin akses yang baik supaya anak bisa sekolah, orang tua bisa berobat, dan kami bisa beribadah dengan tenang,” ujar Dendy.

Warga berharap pemerintah daerah segera memberi perhatian serius terhadap perbaikan jalan desa, agar musim hujan tidak lagi menjadi musim ketakutan, terutama di tengah sukacita Natal yang seharusnya membawa damai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....