Warga Tiga Desa Perbaiki Jalan Rusak Rembong Raya
- 04 Des 2025 21:55 WIB
- Ende
KBRN, Manggarai Timur: Warga di tiga desa wilayah Rembong Raya, Kecamatan Elar—yakni Desa Kaju Wangi, Golo Lebo, dan Legur Lai—secara swadaya bergotong royong memperbaiki jalan rusak yang tak kunjung mendapat penanganan pemerintah. Ruas jalan Elar–Ruteng, terutama di titik Kelok, Desa Kaju Wangi, menjadi salah satu kawasan terparah yang selama bertahun-tahun dikeluhkan masyarakat.
Kepala Desa Kaju Wangi, Siprianus Jawa, membenarkan bahwa aksi bakti sosial itu diinisiasi oleh pemerintah desa dan masyarakat dari ketiga wilayah, bersama para pemilik jasa angkutan umum. “Kegiatan bakti sosial hari ini diinisiasi oleh Pemdes Kaju Wangi, Golo Lebo, Legur Lai dan para pemilik jasa angkutan umum bersama masyarakat,” ujarnya kepada RRI, Rabu (3/12/2025). Tiga desa tersebut masing-masing menyumbang lima ret batu, sementara pemilik armada menyediakan layanan angkut material ke titik kerusakan.
Siprianus menjelaskan bahwa kegiatan perbaikan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari karena medan yang sulit. Hari pertama diikuti warga Kaju Wangi dan Golo Lebo, sementara dukungan juga datang dari JPIC SVD Ruteng. “Kami berterima kasih kepada Pater Simon Suban Tukan yang menyumbangkan 15 sak semen untuk perbaikan titik Kelok, khususnya rabat di Dusun Mboeng,” tuturnya. Ia berharap pemerintah kabupaten merealisasikan peningkatan jalan Lempang Paji–Toang–Kaju Wangi–Golo Lebo–Legur Lai pada 2026.
Salah satu warga, Goris, menilai Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur terkesan menutup mata terhadap kondisi infrastruktur di Rembong Raya. Menurutnya, kerusakan jalan yang sudah lama dikeluhkan membuat warga harus melakukan perbaikan darurat setiap enam bulan sekali. “Aspirasi kami seolah tidak didengar. Padahal masyarakat adalah dasar hadirnya pemerintah. Tidak boleh ada wilayah yang merasa dianaktirikan,” tegasnya.
Ia menambahkan, infrastruktur merupakan bagian penting yang menunjang aktivitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Karena itu, ia menyayangkan ruas jalan vital di wilayah mereka masih rusak berat dan belum layak pakai. Goris meminta pemerintah kabupaten dan dinas terkait segera memberi perhatian serius, mengingat anggaran infrastruktur dari pusat cukup besar namun belum berdampak nyata bagi warga Rembong Raya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....