Komodo Water Tekankan Urgensi Ketahanan Air bagi Pariwisata

  • 29 Nov 2025 22:04 WIB
  •  Ende

KBRN, Labuan Bajo: Kesadaran akan pentingnya air bersih dalam mendukung pariwisata berkelanjutan ikut digaungkan dalam Komodo Run 2025. Melalui partisipasi edukatif di area kegiatan, Komodo Water menekankan bahwa ketersediaan air yang stabil dan berkualitas merupakan fondasi bagi keberlangsungan destinasi wisata bertaraf internasional seperti Labuan Bajo.

CEO Komodo Water, Shana Fatinah, mengatakan tantangan utama pariwisata di berbagai titik di Indonesia, termasuk Labuan Bajo, adalah keterbatasan sumber air. Karena itu, perencanaan tata kelola air menjadi hal yang sangat penting. “Destinasi wisata membutuhkan perencanaan alokasi air yang tepat agar kebutuhan masyarakat, lingkungan, dan industri wisata tetap seimbang,” ujar Shana.

Menurutnya, meningkatnya kembali aktivitas wisata pasca pandemi COVID-19 harus dibarengi langkah menjaga ketahanan air. Hal ini diperlukan agar pertumbuhan pariwisata tidak menekan ketersediaan sumber air maupun akses masyarakat lokal. “Air bersih adalah fondasi pariwisata berkelanjutan. Tanpa pasokan air yang aman dan terjangkau, kualitas pelayanan wisata dan kualitas hidup masyarakat pasti terdampak,” tambahnya.

Selama Komodo Run 2025 berlangsung, tim Komodo Water aktif mengedukasi peserta dan pengunjung mengenai urgensi pelestarian sumber air. Edukasi diberikan melalui diskusi ringan, materi interaktif, hingga contoh teknologi pengolahan air yang kini tersedia untuk menjawab kebutuhan daerah pariwisata.

Shana menjelaskan bahwa berbagai inovasi memungkinkan air hadir lebih dekat bagi masyarakat, mulai dari sistem filtrasi modern hingga pengelolaan air berbasis komunitas. “Teknologi saat ini memungkinkan kita menghadirkan air yang lebih layak konsumsi bagi banyak desa. Ini berpengaruh langsung pada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan bahwa ketahanan air merupakan isu yang tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja. Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, pelaku industri wisata, komunitas lokal, dan pihak swasta menjadi kunci mewujudkan ekosistem pariwisata yang kuat dan berkelanjutan.

“Saatnya kita bersama-sama membangun kesadaran dan bergerak untuk ketahanan air Indonesia. Karena ketika air berkelanjutan, pariwisata pun bisa tumbuh tanpa mengorbankan lingkungan dan masyarakat,” tutup Shana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....