Tim Medis Nuca Molas Selamatkan Persalinan di Laut

  • 01 Nov 2025 22:47 WIB
  •  Ende

KBRN, Manggarai : Dalam situasi darurat dan sarana yang terbatas, empat tenaga medis dari Pustu Nuca Molas, Kecamatan Satarmese Barat, Hanisa, Jahron, Rahiman dan Kafita, menunjukkan dedikasi luar biasa saat menangani proses persalinan seorang ibu hamil di atas perahu motor pada Sabtu, (1/11/2025). Meski diguncang ombak dan jauh dari fasilitas medis memadai, mereka berhasil menyelamatkan ibu dan bayinya dalam perjalanan rujukan menuju UPTD Puskesmas Dintor.

Rujukan ini dilakukan melalui jalur laut, satu-satunya akses dari Pulau Mules, menggunakan perahu motor yang menempuh perjalanan cukup panjang sebelum dilanjutkan dengan jalur darat sejauh 5,7 kilometer menuju Puskesmas Dintor. Tantangan geografis tak menghalangi semangat tim medis untuk memberikan pelayanan terbaik, bahkan dalam kondisi yang sangat terbatas.

Dalam perjalanan rujukan, tiba-tiba situasi berubah genting di atas lerrahu Motor, saat pasien Ny. Umi (34 tahun)mulai mengalami kontraksi kuat yang menandakan proses persalinan telah dimulai. Di tengah keterbatasan fasilitas, tim medis tetap tenang dan profesional.

Dengan cepat mereka menangani proses persalinan darurat di atas perahu motor, sambil menjaga keselamatan ibu dan bayi. Mereka segera menyiapkan peralatan esensial di atas kapal motor, satu-satunya moda transportasi yang tersedia saat itu.

Di tengah guncangan ombak dan ruang gerak yang terbatas, tim dengan sigap menyiapkan alat persalinan lengkap, termasuk set persalinan steril, injeksi Oxytocin untuk membantu kontraksi, jarum suntik Dispo 3cc, serta cairan infus Ringer Lactate sebagai penunjang kondisi ibu. Kesiapan dan keberanian mereka menjadi penentu keselamatan nyawa ibu dan bayi dalam situasi penuh risiko tersebut.

Dengan ketenangan tinggi dan koordinasi yang solid, proses persalinan pum berhasil dilakukan di atas kapal motor yang terus dihantam gelombang laut. Meski dalam keterbatasan alat dan ruang gerak, tim medis tetap fokus. Tepat pukul 10.00 WITA, seorang bayi laki-laki lahir dengan selamat.

Tangis pertamanya menggema di tengah debur ombak, pertanda ia lahir sehat. Sang ibu, Ny. Umi, juga dinyatakan stabil usai menjalani persalinan darurat yang penuh risiko tersebut.

Pasien Ny. Umi (34 tahun) diketahui mengalami kondisi ketuban minim berdasarkan hasil pemeriksaan USG oleh dokter spesialis kandungan. Saat dalam perjalanan pulang menuju kampung halaman, tanda-tanda persalinan mulai muncul lebih cepat dari yang diperkirakan. Melihat kondisi darurat tersebut, tanpa membuang waktu, empat tenaga medis dari Pustu Nuca Molas, langsung mengambil tindakan cepat.

Kepala UPTD Puskesmas Dintor, Longginus Gandar, A.Md.Kep, menyampaikan apresiasinya atas keberanian dan profesionalisme tim. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan semata soal perlengkapan medis, melainkan cerminan dari dedikasi, ketangguhan, dan empati para tenaga kesehatan. “Ini adalah bukti bahwa pelayanan kesehatan bukan hanya soal fasilitas, tapi juga keberanian, ketelitian, dan empati petugas di lapangan,” ujarnya.

Peristiwa ini menjadi cerminan nyata dari semangat Peluk Sehat, sebuah program Dinas Kesehatan Manggarai yang mengusung prinsip hospitality care, layanan kesehatan yang dilandasi cinta kasih dan perhatian penuh.

Sebuah kisah penyelamatan di atas laut yang kini menjadi inspirasi dan pengingat bahwa ketika keahlian dan hati bersatu, nyawa dapat diselamatkan, bahkan di tempat paling tak terduga.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....