Masyarakat Diimbau Waspada Terhadap Hoaks di Era Digital

  • 20 Agt 2024 19:52 WIB
  •  Ende

KBRN,Ende: Hoaks, atau informasi palsu yang disebarkan dengan tujuan menipu atau membingungkan publik, masih menjadi ancaman serius di era digital. Koordinator Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Maumere Rini Kartini, menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Dalam acara Zona Edukasi di Pro 1 RRI Ende, ia menjelaskan bahwa hoaks dapat menyebabkan kepanikan dan kebingungan massal.

Rini mencontohkan insiden penyebaran hoaks pada saat bencana gempa bumi di Maumere pada tahun 2021. Saat itu, informasi palsu mengenai ancaman tsunami tersebar luas, menyebabkan kepanikan di kalangan masyarakat. "Orang-orang bergegas mencari tempat yang lebih tinggi, dan jalan raya menjadi kacau," ujar Rini.

Menurut Rini, salah satu cara untuk mengidentifikasi hoaks adalah dengan memperhatikan judul berita yang sensasional dan provokatif. Judul-judul seperti itu sering kali digunakan untuk menarik perhatian dan memanipulasi emosi pembaca. "Kita harus waspada jika menemui berita dengan judul seperti ini," tambahnya.

Selain itu, masyarakat untuk selalu memeriksa kredibilitas sumber informasi sebelum menyebarkannya. Ia menganjurkan penggunaan layanan pengecekan fakta seperti Turnbackhoax.id dari Mafindo, serta fitur verifikasi yang disediakan oleh media-media besar.

"Jangan mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya," tegasnya.

Meningkatnya penggunaan media sosial di NTT, termasuk Maumere, membuat penyebaran hoaks menjadi semakin cepat dan sulit dikendalikan. Oleh karena itu, Rini mengajak masyarakat untuk meningkatkan literasi digital dan kritis terhadap informasi yang diterima. "Kita harus membekali diri dengan pengetahuan agar tidak menjadi korban hoaks," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....