Festival Bumi Sano Nggoang Resmi Dimulai, Enam Dekade Menjaga Iman dan Tradisi

  • 05 Okt 2026 15:06 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat — Festival Bumi Sano Nggoang resmi digelar di Nunang, Desa Wae Sano, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Sabtu, 3 Oktober 2026. Festival tersebut menjadi bagian dari peringatan 60 tahun perjalanan Paroki Santo Mikael Nunang sekaligus ruang untuk memperkuat iman, tradisi, kebudayaan, dan persaudaraan umat.

Camat Sano Nggoang Yusuf Gafur dalam laporan kepada Bupati Manggarai Barat, Minggu 4 Oktobeer 2026, mengatakan Festival Bumi Sano Nggoang berlangsung selama lima hari, 3-7 Oktober 2026. Kegiatan itu melibatkan seluruh stasi yang berada di bawah naungan Paroki Santo Mikael Nunang.

“Festival Bumi Sano Nggoang dilaksanakan selama lima hari, yaitu dari tanggal 3 sampai dengan 7 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh stasi di bawah naungan Paroki Santo Mikael Nunang,” kata Yusuf.

Pembukaan festival berlangsung khidmat dengan kehadiran Uskup Labuan Bajo Mgr. Maksimus Regus bersama rombongan. Keterlibatan umat dari berbagai stasi membuat perayaan enam dekade Paroki Santo Mikael Nunang tidak sekadar menjadi seremoni ulang tahun, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenang perjalanan komunitas yang tumbuh dan menjaga nilai-nilai iman dari generasi ke generasi.

Di Sano Nggoang, kehidupan iman berjalan berdampingan dengan tradisi dan kebudayaan masyarakat. Karena itu, Festival Bumi Sano Nggoang menjadi ruang perjumpaan antara kehidupan menggereja dan kehidupan sosial masyarakat, sekaligus wadah untuk merawat identitas lokal serta mempererat persaudaraan antarumat. Perayaan tersebut juga menunjukkan bahwa tradisi dan iman dapat terus diwariskan tanpa kehilangan relevansinya di tengah perubahan zaman.

Selama lima hari hingga 7 Oktober 2026, rangkaian Festival Bumi Sano Nggoang akan menjadi bagian dari perjalanan umat dalam merayakan 60 tahun Paroki Santo Mikael Nunang. Dari Nunang, perayaan itu membawa pesan bahwa mengenang masa lalu bukan hanya tentang melihat kembali perjalanan enam dekade, tetapi juga memastikan nilai iman, tradisi, dan persaudaraan tetap hidup serta diwariskan kepada generasi berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....