Tradisi Masuk Rumah Baru Jaga Warisan Leluhur Masyarakat Lamabaka

  • 02 Okt 2026 13:27 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Tradisi masuk rumah baru masih dijalankan masyarakat Lamabaka, Desa Pasir Putih, sebagai upaya menjaga warisan leluhur dan nilai-nilai adat yang diwariskan secara turun-temurun. Ritual tersebut menjadi bagian penting sebelum sebuah rumah mulai ditempati oleh keluarga.

Tuan Tanah Lamabaka, Yohakim Kenude Bakang, mengatakan tradisi tersebut telah dilakukan sejak zaman nenek moyang. Tradisi itu terus diajarkan kepada generasi berikutnya agar tetap dilestarikan.

“Tradisi ini turun-temurun, mulai nenek moyang sampai orang tua. Kami anak-anak juga ikut dengan orang tua dan dipesan tradisi ini tidak boleh ditinggalkan,” kata Yohakim dalam program Bincang Budaya RRI Ende, Kamis, 1 Oktober 2026.

Menurut Yohakim, rangkaian tradisi diawali dengan pemberkatan rumah secara agama, kemudian dilanjutkan dengan ritual pendinginan oleh masyarakat adat. Sejumlah bahan disiapkan untuk ritual, antara lain kelapa muda, sirih, ayam, serta bahan lain yang ditempatkan di bagian sudut kanan rumah selama satu malam.

Pada pagi hari, bahan-bahan tersebut kemudian digunakan dalam proses pendinginan rumah. Air kelapa muda dicampur dengan air biasa dan bahan ritual, kemudian dipercikkan ke dalam rumah sebanyak dua kali, dilanjutkan dengan percikan di bagian depan dan mengelilingi rumah satu kali.

Yohakim menjelaskan, ritual tersebut mengandung doa dan harapan agar penghuni rumah memperoleh kesehatan, keamanan, kedamaian, serta rezeki. Dalam pelaksanaannya, keluarga dan masyarakat yang hadir juga berkumpul dan makan bersama sebagai bagian dari kebersamaan dalam tradisi.

Sebagai Tuan Tanah Lamabaka, Yohakim memiliki peran dalam berbagai tahapan pembangunan hingga rumah mulai ditempati, termasuk ketika peletakan batu, pemasangan kuda-kuda, dan pelaksanaan ritual masuk rumah. Ia mengatakan keterlibatan tuan tanah menjadi bagian dari penghormatan terhadap adat yang masih dipegang masyarakat setempat.

Di tengah perkembangan zaman, Yohakim berharap tradisi tersebut tetap dilaksanakan oleh masyarakat. Ia juga mendorong generasi muda untuk mengenal tradisi melalui keterlibatan langsung dalam setiap kegiatan adat.

“Kami tetap lakukan terus. Orang tua juga harus pesan kepada anak-anak, karena tradisi ini dari nenek moyang dan bukan kita yang karang sendiri,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....