Mbaru Niang Jadi Pusat Kehidupan dan Pemersatu Masyarakat Manggarai
- 30 Sep 2026 11:42 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Mbaru Niang tidak hanya menjadi rumah adat masyarakat Manggarai, tetapi juga memiliki fungsi penting sebagai pusat kehidupan sosial, budaya, dan adat serta menjadi simbol pemersatu masyarakat.
Hal tersebut disampaikan tokoh adat asal Manggarai Timur, Fidelis Mangkus, dalam dialog Bincang Budaya RRI Labuan Bajo, Rabu 16 September 2026.
Selain itu, Fidelis juga menjelaskan dalam struktur adat Manggarai, Mbaru Niang memiliki kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan rumah adat kecil atau gendang. Mbaru Niang menaungi berbagai kelompok suku dan anak suku yang terikat dalam satu garis keturunan.
Menurutnya, Mbaru Niang menjadi tempat untuk mengatur berbagai aspek kehidupan masyarakat adat, mulai dari tata kehidupan suku, pembagian wilayah hingga pengelolaan lahan adat atau lingko.
“Mbaru Niang adalah bangunan pemersatu. Ia membawahi rumah-rumah adat kecil dan menjadi tempat mengatur tata kehidupan suku, pembagian wilayah, hingga pengelolaan lahan adat,” ujar Fidelis.
Selain memiliki fungsi sosial, bentuk arsitektur Mbaru Niang juga mengandung makna filosofis. Bentuk bangunan yang menjulang dan mengerucut ke atas menggambarkan kepemimpinan serta titik pusat penghormatan masyarakat adat.
Fidelis mengatakan, puncak bangunan melambangkan pemimpin tertinggi yang menjadi titik pusat yang diakui bersama. Sementara seluruh bagian bangunan yang mengarah ke satu titik menggambarkan persatuan warga dalam satu naungan kepemimpinan.
Adapun di dalam Mbaru Niang, ruang juga dibagi berdasarkan fungsi. Para tetua atau utusan suku memiliki bilik masing-masing yang digunakan dalam proses musyawarah internal sebelum keputusan dibawa ke forum bersama.
Mbaru Niang juga menjadi tempat pelaksanaan berbagai ritual adat, salah satunya Penti yang merupakan ungkapan syukur atas hasil panen sekaligus persiapan memasuki musim tanam berikutnya.
“Ritual seperti Penti tidak bisa diadakan di rumah pribadi. Semua warga suku wajib berkumpul di Mbaru Niang,” katanya.
Selain sebagai pusat ritual dan musyawarah, Mbaru Niang memiliki fungsi dalam penyelesaian persoalan sosial dan pelanggaran adat. Persoalan di tengah masyarakat terlebih dahulu diselesaikan melalui tetua adat di Mbaru Niang sebelum, jika diperlukan, dilanjutkan ke jalur hukum formal.
Di tengah perkembangan teknologi dan digitalisasi, Fidelis menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai adat yang diwariskan leluhur. Menurutnya, perkembangan zaman tidak seharusnya menghilangkan nilai kebersamaan dan persatuan dalam kehidupan masyarakat Manggarai.
Ia juga mendorong generasi muda untuk tidak hanya memandang Mbaru Niang sebagai ikon budaya atau objek wisata, tetapi ikut terlibat dalam berbagai kegiatan adat, termasuk tarian Caci dan musyawarah adat.
Dengan demikian, keberadaan Mbaru Niang diharapkan tetap menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat sekaligus menjadi ruang untuk meneruskan nilai-nilai budaya Manggarai kepada generasi berikutnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....