Rumah Tenun Milenial Dekatkan Tenun Adonara dengan Generasi Muda
- 08 Sep 2026 12:47 WIB
- Ende
Poin Utama
- Rumah Tenun Milenial menggunakan media sosial dan edukasi untuk mengubah pandangan generasi muda terhadap tenun Adonara.
- Tenun tradisional dimodifikasi menjadi pakaian dan berbagai produk turunan tanpa menghilangkan motif asli.
- Kualitas produksi disesuaikan dengan kebutuhan konsumen, termasuk penggunaan benang katun dan pewarna alami.
- Rumah tenun menjadi ruang pemberdayaan ekonomi, terutama bagi perempuan dan anak-anak dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
- Tenun diposisikan sebagai peluang masa depan, bukan hanya warisan budaya, tetapi juga sarana pendidikan, kerja sama, dan penggerak ekonomi kreatif.
RRI.CO.ID, Flores Timur - Komunitas Rumah Tenun Milenial Ria Collection terus mendorong kain tenun Adonara agar semakin dekat dengan generasi muda melalui edukasi, media sosial, dan inovasi produk. Strategi tersebut dilakukan dengan tetap mempertahankan motif asli tenun, sekaligus mengemasnya menjadi busana dan berbagai produk turunan yang mengikuti kebutuhan konsumen.
Kepada RRI di Bincang Budaya, Selasa, 8 September 2026, Ketua Komunitas Rumah Tenun Milenial, Mariana Tuto Demon, mengatakan edukasi menjadi bagian penting dalam mengubah pandangan masyarakat terhadap kain tenun yang selama ini kerap dianggap hanya digunakan pada momen tertentu. Sejak memasarkan tenun melalui Facebook dan TikTok, ketertarikan anak muda terhadap kain tenun Adonara disebut semakin meningkat karena melihat tenun dapat tampil modern dan memiliki nilai ekonomi.
Mariana menjelaskan, Rumah Tenun Milenial juga menjaga kualitas kain dengan menyesuaikan jenis bahan dan proses produksi berdasarkan kebutuhan konsumen. Untuk produk berkualitas standar dan premium, pihaknya menggunakan benang semi katun atau katun yang terlebih dahulu dicuci, serta mengembangkan pewarnaan alami sebagai salah satu ciri khas rumah tenun.
“Untuk menjaga kualitas kain, kami menyesuaikan jenis bahan dan proses produksi dengan kebutuhan konsumen. Untuk produk standar dan premium, kami menggunakan benang semi katun atau katun yang terlebih dahulu dicuci, serta mengembangkan pewarnaan alami sebagai salah satu ciri khas Rumah Tenun Milenial,” ucap Mariana.
Inovasi tersebut kemudian diperkuat dengan modifikasi kain menjadi pakaian dan produk turunan lainnya tanpa menghilangkan identitas motif tradisional. Menurut Mariana, pendekatan itu membuat kain tenun tidak lagi dipandang sebagai produk kuno, melainkan bagian dari tren yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain menjaga budaya, Rumah Tenun Milenial membuka ruang belajar dan bekerja bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi, khususnya perempuan janda serta anak-anak yang membutuhkan penghasilan tambahan. Anak-anak sepulang sekolah dapat belajar sekaligus bekerja untuk membantu kebutuhan seperti uang jajan dan biaya pendidikan, sementara anak putus sekolah dan mereka yang menikah di usia muda juga mendapat ruang untuk berkegiatan.
Mariana menilai menenun bukan sekadar aktivitas untuk mempertahankan warisan budaya, tetapi juga membangun kerja sama antara penenun, penjahit, dan pelaku usaha. Ia mengajak generasi muda ikut menjaga tenun Adonara agar tidak hilang oleh waktu, sekaligus menjadikannya peluang ekonomi dan pendidikan yang dapat berkembang pada masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....