Tradisi Belis Harus Berubah, Nilainya Tetap Dijaga
- 17 Agt 2026 17:32 WIB
- Ende
Poin Utama
- Budayawan Bernard Tukan berpendapat tradisi belis tidak harus dipertahankan dalam bentuk lama, tetapi nilai-nilai luhurnya perlu tetap dijaga.
- Perubahan zaman dan struktur sosial merupakan hal yang tidak dapat dihindari, sehingga masyarakat perlu menyikapinya secara sadar dan terarah.
- Nilai-nilai penting seperti penghormatan, penghargaan terhadap harkat martabat perempuan, dan kesungguhan dalam ikatan perkawinan harus tetap menjadi bagian integral kehidupan masyarakat.
RRI.CO.ID, Flores Timur - Budayawan Flores Timur, Bernard Tukan, menilai tradisi belis tidak harus dipertahankan dalam bentuk lama, tetapi nilai luhur yang terkandung di dalamnya wajib tetap dijaga. Hal itu disampaikan Bernard dalam program Bincang Budaya di RRI, Jumat, 14 Agustus 2026, saat membahas keberlanjutan tradisi belis di tengah perubahan sosial dan budaya.
Bernard mengatakan perubahan zaman dan struktur sosial merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari, sehingga masyarakat perlu menyikapinya secara sadar dan terarah. Menurutnya, nilai seperti penghormatan, penghargaan, harkat dan martabat perempuan, serta kesungguhan dalam ikatan perkawinan harus tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.
Ia menilai persoalan muncul ketika tradisi hanya dipahami dari bentuk materialnya, sementara makna yang mendasarinya mulai ditinggalkan. Karena itu, masyarakat tidak perlu memaksakan penggunaan benda atau simbol masa lalu yang sudah sulit ditemukan, tetapi perlu mencari bentuk baru yang tetap mewakili nilai adat tersebut.
Bernard juga menyoroti belum optimalnya peran lembaga adat dan lembaga kebudayaan dalam merespons pergeseran sosial. Ia mendorong adanya ruang dialog antara generasi tua dan generasi muda agar pengalaman masa lalu dapat dipertemukan dengan kebutuhan kehidupan masa kini.
Dalam proses perubahan tradisi, Bernard menekankan tiga hal, yakni memahami nilai masa lalu melalui riset dan diskusi, membaca tuntutan kehidupan masa kini, serta menciptakan bentuk baru secara kreatif. Ia menyebut masyarakat bukan hanya sebagai pewaris tradisi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sebagai peletak tradisi bagi generasi berikutnya.
Kepada generasi muda Flores Timur, Bernard berpesan agar tidak menganggap tradisi sebagai sesuatu yang kampungan atau harus ditinggalkan. Menurutnya, identitas budaya akan tetap kuat jika masyarakat berakar pada sejarah dan nilai budaya, sekaligus mampu menghadirkannya secara relevan untuk menjawab tantangan zaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....