Kaligrafi Hiasan Mushaf Padukan Seni dan Ketelitian

  • 28 Jul 2026 08:55 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Khat Hiasan Mushaf tidak hanya menonjolkan keindahan tulisan Arab, tetapi juga memadukan unsur seni, kreativitas, dan ketelitian dalam setiap karya. Perpaduan tersebut menjadi ciri khas yang membedakannya dengan cabang kaligrafi lainnya.

Hal tersebut disampaikan peraih Juara II Putra Khat Hiasan Mushaf MTQ Tingkat Provinsi NTT, Bimas Adji, dalam program Generasi Prestasi Pro 2 RRI Ende, Selasa 14 Juli 2026. Menurutnya, keunikan Khat Hiasan Mushaf terletak pada bingkai dekoratif yang dipenuhi ornamen khas kaligrafi serta perpaduan motif bunga Arab dan Nusantara.

"Khat Hiasan Mushaf identik dengan hiasannya," ujar Adji. Ia menjelaskan ornamen dan bingkai menjadi pembeda utama dibandingkan kategori kaligrafi lain, sehingga membutuhkan ketelitian dalam menyusun komposisi tulisan dan dekorasi.

Adji mengatakan karya Khat Hiasan Mushaf dikerjakan pada media karton berukuran 60 x 80 sentimeter. Dalam proses pembuatannya, peserta wajib menggunakan sedikitnya dua gaya penulisan kaligrafi, yakni khat Naskhi dan Tsuluts, agar menghasilkan komposisi yang harmonis.

Menurutnya, kreativitas menjadi unsur penting dalam menyusun perpaduan warna, ornamen, dan bentuk huruf agar karya memiliki nilai estetika tinggi. Inspirasi tidak hanya diperoleh dari karya para kaligrafer, tetapi juga dari beragam motif seni Nusantara, termasuk corak kain tradisional dari berbagai daerah.

Adji mengaku memilih kombinasi warna biru, hijau, dan oranye untuk memperkuat karakter visual karyanya. Ia juga terus mempelajari berbagai referensi melalui internet dan karya para maestro kaligrafi sebagai bahan pengembangan kreativitas.

Selain mengasah kemampuan teknis, kompetisi kaligrafi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk meningkatkan kecintaan terhadap seni Islam. Adji berharap semakin banyak pelajar tertarik mempelajari kaligrafi sekaligus melestarikan seni yang mengandung nilai religius dan budaya.

Ia berkomitmen terus berlatih dan mengevaluasi setiap karya sebagai bekal menghadapi Musabaqah Tilawatil Quran berikutnya. Baginya, proses belajar yang konsisten menjadi kunci untuk meraih prestasi yang lebih tinggi pada kompetisi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....