Festival Lamaholot Libatkan Kabupaten se-Daratan Flores dalam Pameran Tenun

  • 28 Jun 2026 19:09 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Festival Lamaholot 2026 melibatkan sejumlah kabupaten di daratan Flores dalam pameran tenun.
  • Kolaborasi antardaerah bertujuan memperkenalkan keragaman tenun NTT kepada masyarakat dan wisatawan.
  • Pameran tenun diharapkan memperkuat promosi budaya sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sektor kreatif.

RRI.CO.ID, Lembata – Festival Lamaholot 2026 tidak hanya menampilkan kekayaan budaya Kabupaten Lembata, tetapi juga melibatkan sejumlah kabupaten di daratan Flores dalam pameran tenun. Keterlibatan berbagai daerah tersebut diharapkan memperkuat promosi tenun Nusa Tenggara Timur di tingkat nasional maupun internasional.

Pemerintah Kabupaten Lembata membuka ruang partisipasi bagi daerah-daerah lain untuk menampilkan tenun khas masing-masing dalam rangkaian festival yang berlangsung pada 1–4 Juli 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan keragaman warisan budaya tekstil yang dimiliki NTT.

Kabupaten-kabupaten di Pulau Flores dijadwalkan menghadirkan produk tenun unggulan yang selama ini menjadi identitas budaya masyarakat setempat. Kehadiran mereka akan memperkaya pameran sekaligus memberi kesempatan kepada pengunjung untuk mengenal berbagai motif dan teknik tenun yang berkembang di NTT.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Lembata, Yakobus Andreas Wuwur, mengatakan Festival Lamaholot tidak hanya menjadi ruang promosi budaya daerah, tetapi juga wadah kolaborasi antarkabupaten dalam mengangkat potensi tenun sebagai kekayaan bersama masyarakat NTT.

Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk memperluas jangkauan promosi tenun sekaligus memperkuat posisi NTT sebagai salah satu daerah penghasil tenun tradisional terbesar di Indonesia.

“Festival ini bukan hanya milik Lembata. Kami ingin menghadirkan tenun-tenun terbaik dari berbagai daerah di Flores agar masyarakat bisa melihat kekayaan budaya yang dimiliki Nusa Tenggara Timur secara lebih utuh,” ujarnya.

Melalui pameran tersebut, pemerintah berharap tenun tidak hanya dikenal sebagai warisan budaya, tetapi juga berkembang menjadi produk kreatif yang mampu meningkatkan nilai ekonomi masyarakat dan mendukung sektor pariwisata daerah

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....