Festival Lamaholot 2026 Angkat Filosofi “Tenun untuk Kehidupan”

  • 25 Jun 2026 10:38 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Festival Lamaholot 2026 mengusung tema “Tenun untuk Kehidupan” sebagai upaya menjaga budaya Lamaholot.
  • Tenun dipandang sebagai ekspresi kehidupan yang mencerminkan ketulusan, kesabaran, dan pengorbanan.
  • Festival juga melibatkan kabupaten di daratan Flores untuk memperkuat promosi tenun NTT.

RRI.CO.ID, Lembata – Festival Lamaholot 2026 mengusung tema “Tenun untuk Kehidupan” sebagai bentuk upaya menjaga dan merawat warisan budaya Lamaholot di tengah perkembangan teknologi yang terus berlangsung. Tema tersebut dipilih karena tenun dipandang sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Lamaholot.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Lembata, Yakobus Andreas Wuwur, mengatakan budaya Lamaholot saat ini menghadapi berbagai tantangan, terutama akibat perkembangan teknologi informasi yang dapat memengaruhi keberlanjutan tradisi budaya di masyarakat.

Menurutnya, tenun bukan sekadar hasil kerajinan, melainkan ekspresi kehidupan yang sarat makna. Proses pembuatannya mulai dari pemilihan bahan, pewarnaan, mengikat, mencelup hingga menjadi kain mencerminkan ketulusan, kesabaran, dan pengorbanan perempuan dalam merawat kehidupan.

Yakobus menjelaskan nilai-nilai tersebut menjadi alasan mengapa tenun terus diangkat sebagai tema utama Festival Lamaholot. Selain memiliki makna budaya yang kuat, tenun juga menjadi salah satu daya tarik yang diminati wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara.

Sebagai bagian dari penguatan promosi budaya, Festival Lamaholot 2026 juga melibatkan kabupaten-kabupaten di daratan Flores dalam pameran tenun. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkenalkan kekayaan tenun Nusa Tenggara Timur kepada masyarakat yang lebih luas.

“Tenun adalah ekspresi kehidupan. Prosesnya mencerminkan ketulusan, kesabaran, dan pengorbanan perempuan dalam merawat kehidupan,” ujar Yakobus.

Melalui tema tersebut, Pemerintah Kabupaten Lembata berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga budaya Lamaholot semakin kuat sekaligus memperkuat posisi tenun sebagai identitas budaya dan daya tarik pariwisata daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....