Rumah Adat Nggela Bangkit Menjaga Warisan Leluhur Berkelanjutan
- 25 Jun 2026 08:25 WIB
- Ende
Poin Utama
- Rumah Adat Nggela dipandang sebagai simbol identitas dan asal-usul masyarakat adat Nggela.
- Kebakaran tahun 2018 yang menghanguskan 24 rumah menjadi momentum kebangkitan Kampung Adat Nggela.
- Pembangunan kembali kawasan adat dilakukan melalui gotong royong masyarakat dan dukungan berbagai pihak.
- Tradisi budaya seperti penggunaan busana adat lawa lambu tetap dipertahankan di tengah arus modernisasi.
RRI.CO.ID, Ende - Rumah Adat Nggela di Kecamatan Wolojita, Kabupaten Ende, terus menunjukkan kebangkitannya sebagai pusat pelestarian budaya sekaligus destinasi wisata budaya yang diminati wisatawan. Hal itu disampaikan Kepala Desa Nggela sekaligus pegiat budaya, Simplysius So, dalam program Bincang Budaya RRI Ende, Rabu, 24 Juni 2026.
Menurut Simplysius, rumah adat bagi masyarakat Nggela bukan sekadar tempat tinggal, melainkan simbol identitas, sejarah asal-usul, dan ruang pemersatu masyarakat adat. Tata letak kawasan adat yang menyerupai lambung perahu menjadi penanda perjalanan leluhur Nggela yang diyakini datang dari seberang laut.
Ia menjelaskan, wajah baru Kampung Adat Nggela lahir setelah kebakaran besar pada 2018 yang menghanguskan sekitar 24 rumah adat dan rumah warga dalam waktu singkat. Peristiwa tersebut menjadi titik balik yang mendorong masyarakat untuk membangun kembali kampung adat dengan semangat kebersamaan tanpa menghilangkan nilai-nilai warisan leluhur.
Proses pemulihan dilakukan melalui gotong royong masyarakat, mulai dari generasi muda hingga para tetua adat. Dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah, akademisi, dan donatur, turut mempercepat pembangunan kembali kawasan adat yang kini kembali menjadi kebanggaan masyarakat Nggela.
Selain menjaga keaslian arsitektur rumah adat, masyarakat juga mempertahankan tradisi budaya seperti penggunaan busana adat lawa lambu dalam berbagai kegiatan keagamaan dan adat. Upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk perlindungan terhadap identitas budaya di tengah pengaruh modernisasi dan perkembangan teknologi yang semakin kuat.
Simplysius menilai keberadaan Kampung Adat Nggela memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat melalui peningkatan kunjungan wisatawan dan penjualan tenun ikat khas Nggela. Ia berharap dukungan terhadap pelestarian budaya terus berlanjut sehingga rumah adat Nggela tetap menjadi simbol kebanggaan, pusat pembelajaran budaya, dan warisan yang dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....