Anak Muda Diajak Rawat Warisan Lontar

  • 25 Jun 2026 08:18 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Festival Daun Lontar 2026 menjadi upaya memperkenalkan kembali warisan budaya kepada generasi muda di Kabupaten Ende. Kegiatan ini hadir sebagai respons atas semakin berkurangnya pengetahuan anak muda terhadap tradisi dan pemanfaatan tanaman lontar dalam kehidupan masyarakat.

Ketua Panitia Festival Daun Lontar 2026, Yos Borgias, menilai perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup membuat sebagian generasi muda semakin jauh dari budaya lokal. Kondisi tersebut berpotensi mengancam keberlanjutan tradisi yang selama ini diwariskan secara turun-temurun.

Karena itu, panitia melibatkan pelajar SD, SMP, SMA, hingga komunitas masyarakat dalam rangkaian kegiatan festival. Mereka tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga terlibat langsung dalam proses belajar menganyam dan menghasilkan karya berbahan lontar.

Sejak Maret 2026, panitia telah menggelar workshop selama tiga hari dengan menghadirkan narasumber berkompeten di bidang kerajinan lontar. Kegiatan tersebut menjadi ruang transfer pengetahuan sekaligus penguatan kreativitas generasi muda.

Menurut Yos, pelestarian budaya harus dilakukan dengan pendekatan yang relevan bagi anak muda masa kini. “Kita mengajak orang muda untuk kembali merawat tradisi, tetapi yang kekinian,” katanya.

Pendekatan tersebut diwujudkan melalui pengembangan produk modern seperti tas, dompet, gelang, dan aksesori berbahan lontar. Inovasi ini diharapkan membuat generasi muda melihat budaya sebagai sesuatu yang bernilai, menarik, dan memiliki prospek ekonomi.

Selain memperkuat identitas budaya, festival juga menjadi sarana membangun rasa bangga terhadap potensi daerah. Generasi muda didorong tidak hanya menjadi penonton, tetapi pelaku utama dalam menjaga dan mengembangkan warisan leluhur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....