Kelangkaan Bahan Baku Ancam Kelestarian Rumah Adat Ngada

  • 29 Apr 2026 10:40 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Ancaman terhadap kelestarian rumah adat Ngada akibat kelangkaan bahan baku alami seperti kayu khusus, bambu berkualitas, dan jerami untuk atap.
  • Rumah adat ditegaskan sebagai simbol barisan leluhur yang mengandung petuah hidup dan identitas budaya suku Ngada yang tidak dapat digantikan material modern.
  • HPI Ngada mendorong masyarakat adat untuk melakukan penanaman kembali (reboisasi) pohon-pohon khusus sebagai investasi material bagi generasi mendatang.
  • Menghindari penggunaan material modern (seng/semen) di kawasan desa adat guna menjaga estetika dan daya tarik wisata dunia yang mencari keaslian budaya Flores.

RRI.CO.ID, Ngada – Kelestarian rumah adat di Kabupaten Ngada Nusa Tenggara Timur kini menghadapi tantangan serius akibat mulai sulitnya bahan baku. Pembangunan rumah tradisional memerlukan jenis kayu serta bambu tertentu yang tidak bisa diganti oleh material bangunan yang modern.

Ketua HPI Ngada, Klaudius Godafrids Sua mengatakan bahwa rumah adat merupakan simbol barisan leluhur yang mengandung petuah hidup sangat bermakna. Namun populasi pohon untuk tiang rumah dan jerami untuk atap saat ini memang sudah mulai menipis secara signifikan, Ungkapnya Kepada RRI Senin, 23 Maret 2026.

Pihaknya berdiskusi dengan masyarakat adat agar mereka mulai menanam kembali pohon pohon khusus tersebut mulai dari sekarang juga. Jangan sampai anak cucu kita kesulitan membangun rumah adat karena material yang asli sudah hilang ditelan zaman baru.

Modernisasi seperti penggunaan atap seng atau lantai semen harus dihindari di kawasan desa adat demi menjaga nilai estetika. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga daya tarik wisata dunia yang mencari keaslian budaya asli masyarakat di daerah Flores.

HPI Ngada terus berupaya memberikan edukasi kepada warga lokal tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hutan di sekitar mereka. Tanaman bambu yang berkualitas sangat dibutuhkan sebagai bahan konstruksi utama bangunan tradisional agar tetap kokoh berdiri sangat kuat.

Kerja sama antara pemerintah daerah dan tokoh adat sangat diperlukan guna memastikan ketersediaan lahan untuk penanaman pohon tersebut. Masyarakat diharapkan memiliki kesadaran tinggi dalam menjaga ekosistem alam yang menjadi pondasi utama keberlangsungan identitas budaya suku Ngada.

Pariwisata berbasis kebudayaan hanya dapat bertahan apabila masyarakatnya tetap setia menggunakan bahan alam yang disediakan oleh lingkungan sekitarnya. Semua pihak harus bergerak bersama untuk menyelamatkan warisan leluhur agar tetap eksis di tengah arus modernisasi yang kuat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....