Lokakarya Musik Inkulturasi Liturgi Angkat Budaya Ende
- 24 Apr 2026 11:31 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Lokakarya musik inkulturasi liturgi yang mengangkat budaya etnis Ende digelar di Paroki Rajawawo beberapa waktu lalu. Kegiatan ini menjadi upaya konkret mengintegrasikan nilai budaya lokal ke dalam praktik liturgi Gereja.
Pastor Paroki Santa Maria Bunda Karmel Rajawawo, RD. Wawan Kuwa, menegaskan pentingnya pelestarian budaya di tengah perkembangan zaman yang semakin modern. “Budaya harus tetap dilestarikan dan dihidupi, termasuk dalam liturgi Gereja sebagai bagian dari identitas iman umat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Komisi Liturgi Keusupan Agung Ende, Oston Kapo, menjelaskan bahwa lokakarya ini bertujuan menggali kembali nilai-nilai budaya lokal dari tradisi masyarakat Ende. “Kita ingin nilai kebudayaan dan liturgi berjalan bersama dalam kehidupan Gereja,” katanya.
Pandangan serupa disampaikan Agus Dhae sebagai anggota Komisi Liturgi yang menilai budaya harus benar-benar hadir dalam liturgi. “Nilai kebudayaan harus masuk dalam liturgi agar umat merasa budayanya menjadi bagian dari perayaan iman,” ungkapnya.
Kegiatan ini dilanjutkan dengan perekaman musik tradisional seperti suling dan gendang serta penampilan nyanyian adat. Di antaranya nyanyian ritual kedukaan seperti waju are dan pena Jawa, serta lagu Gore yang biasa dinyanyikan saat bekerja di kebun.
Ketua DPP sekaligus budayawan lokal, Ignasius Irawan, mengapresiasi kegiatan tersebut karena mampu membangkitkan kesadaran umat. "Kegiatan ini memacu umat untuk kembali menggali nilai budaya yang mulai dilupakan,” ucapnya, seraya berharap warisan budaya ini terus dilestarikan oleh generasi mendatang.
Kegiatan tersebut dihadiri Pastor Paroki, Tim Komlit KAE, budayawan, serta musisi lokal dari Rajawawo. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga dan menghidupkan budaya di tengah kehidupan bergereja.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....