Regenerasi Tari Caci, 100 Anak Usia Dini Labuan Bajo Siap Tampil

  • 23 Feb 2026 05:02 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Sebanyak 100 anak usia dini dari 10 sekolah di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), akan ambil bagian dalam atraksi kolaborasi seni caci di kawasan Batu Cermin. Kegiatan ini mendapat dukungan Program Dana Abadi Indonesia dan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Peserta terdiri dari siswa taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), hingga satu Sekolah Luar Biasa (SLB). Masing-masing sekolah mengirimkan 10 anak dengan rentang usia 4–7 tahun.

Inisiator program, Mardaniyanti, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan kesenian tradisional Manggarai sejak usia dini sebagai bagian dari penguatan identitas budaya.

“Caci bukan hanya pertunjukan, tetapi bagian dari identitas budaya Manggarai. Kami ingin anak-anak mengenalnya sejak kecil agar tumbuh rasa memiliki,” ujarnya, Minggu, 22 Februari 2026.

Ia menambahkan, pelibatan siswa SLB menjadi komitmen bahwa seni tradisi bersifat inklusif dan dapat diakses semua anak. “Seni adalah ruang ekspresi yang inklusif. Karena itu, kami memastikan semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan tampil,” katanya.

Workshop latihan telah dimulai di masing-masing sekolah dan berlangsung selama tujuh hari. Para mentor mendampingi latihan gerak dasar caci, tarian pendukung, serta permainan musik tradisional. Pola gerakan dan durasi penampilan disesuaikan dengan usia peserta.

Puncak kegiatan dijadwalkan pada 7 Maret di Batu Cermin, Labuan Bajo. Dalam pertunjukan kolaborasi tersebut, 100 anak akan tampil bersama yang terdiri dari 40 pemain caci, 40 penari, dan 20 pemain musik tradisional.

Menurut Mardaniyanti, melatih anak usia dini memainkan caci memiliki tantangan tersendiri karena memerlukan pendekatan yang sesuai dengan karakter dan perkembangan anak.

“Kami ingin menanamkan disiplin, keberanian, dan kecintaan terhadap budaya sejak dini,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan ini menjadi langkah awal menjaga keberlanjutan seni tradisi Manggarai agar tetap hidup di tengah generasi muda.

Penyelenggara juga tengah mengupayakan kehadiran Direktur Jenderal Kebudayaan untuk menyaksikan langsung penampilan para peserta pada puncak acara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....