Ketua IKMAR Bangkitkan Semangat Pengabdian Mahasiswa Rendu Ende

  • 04 Jun 2026 16:08 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • IKMAR kembali aktif sejak Oktober 2024 setelah sempat vakum.
  • Vinsen menjadi penggerak utama kebangkitan organisasi mahasiswa asal Rendu di Ende.
  • IKMAR memiliki sekitar 80 anggota mahasiswa dengan 50 orang aktif dalam kepengurusan.
  • Program pengabdian masyarakat pertama berjalan dengan modal awal Rp500 ribu.
  • Penggalangan dana dilakukan secara mandiri melalui penjualan produk olahan ubi lokal.
  • Abdimas berikutnya akan digelar di Airamo dengan melibatkan berbagai organisasi dan pelajar.
  • Vinsen menilai organisasi dan akademik dapat berjalan seimbang melalui manajemen waktu yang baik.

RRI.CO.ID, Ende - Vinsensius Bhadho, mahasiswa semester empat yang menjabat Ketua Ikatan Mahasiswa Rendu (IKMAR), membagikan kisah kebangkitan organisasinya melalui perbincangan hangat di Pro Dua RRI Ende, Jumat 15 Mei 2026. Organisasi tingkat kecamatan tersebut kembali aktif setelah sempat vakum dan kini mewadahi mahasiswa asal Rendu menempuh pendidikan.

IKMAR merupakan wadah pemuda dan mahasiswa dari Suku Rendu, Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo, saat ini. Melihat banyak mahasiswa asal Rendu di Ende tanpa ruang belajar bersama, Vinsen menggerakkan kembali organisasi tersebut.

Kebangkitan organisasi dimulai pada Oktober 2024 ketika Vinsen dipercaya memimpin kepengurusan baru bersama puluhan anggota lainnya. Saat ini, sekitar delapan puluh mahasiswa asal Rendu berada di Ende dan lima puluh aktif mengelola organisasi.

Pada Desember 2024, IKMAR menggelar pengabdian masyarakat selama lima hari meski hanya memiliki modal sangat terbatas. "Jika ada niat baik pasti ada jalan," kata Vinsen saat menjelaskan semangat anggota mencari pendanaan mandiri.

Melalui penggalangan dana kreatif, anggota mengolah ubi lokal menjadi aneka kue bernilai ekonomi untuk dijual. Berkat dukungan pemerintah desa serta dinas terkait, kegiatan berlangsung sukses dan menyisakan dana operasional cukup.

Bagi Vinsen, menjadi mahasiswa berarti menghadirkan manfaat nyata melalui ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan tinggi. "Ilmu yang didapat harus dibagikan kepada masyarakat agar membawa perubahan bagi kampung halaman," ujarnya.

IKMAR kini menyiapkan pengabdian lanjutan di Airamo dengan melibatkan organisasi kepemudaan, BEM, dan pelajar setempat. Kegiatan tersebut akan diisi diskusi kampung, penghijauan, bakti sosial, serta pentas seni budaya daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....