Modernisasi Ubah Pola Perkawinan Adat Ngada Secara Dinamis

  • 07 Apr 2026 13:13 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Perkembangan zaman mendorong perubahan pola dalam perkawinan adat Ngada secara dinamis, meskipun struktur dan nilai dasarnya tetap dipertahankan oleh masyarakat. Pemerhati budaya dan Ketua Program Studi PGSD Universitas Flores, Virgilius Bate Lina, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa modernisasi membuat praktik adat menjadi lebih fleksibel.

Perubahan ini terutama terlihat dalam pola kehidupan pasangan setelah menikah. Menurutnya, pemahaman lama tentang laki-laki yang harus tinggal di rumah perempuan kini mulai bergeser.

“Sekarang pasangan didorong untuk mandiri dan membangun rumah sendiri,” ujarnya dalam siaran Bincang Budaya beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan bahwa perubahan tersebut tidak menghilangkan nilai adat, melainkan menyesuaikan dengan kebutuhan kehidupan modern. Masyarakat tetap menjalankan tahapan adat dengan pendekatan yang lebih terbuka.

Namun, tantangan masih muncul dari sebagian kelompok yang mempertahankan pola lama secara ketat. Kondisi ini kerap memengaruhi keputusan pasangan, terutama yang berasal dari latar belakang budaya berbeda.

Ia menilai bahwa perbedaan sistem kekerabatan, seperti patrilineal dan matrilineal, dapat memicu perbedaan pandangan dalam perkawinan. “Jika tidak ada kesepahaman, bisa terjadi tarik-menarik kepentingan dalam keluarga,” katanya.

Di sisi lain, peran generasi muda dinilai penting dalam menjaga keberlanjutan budaya. “Pendidikan berbasis budaya lokal menjadi salah satu upaya menanamkan nilai adat sejak dini,” ujarnya.

Dengan pendekatan yang adaptif, perkawinan adat Ngada diharapkan tetap lestari tanpa kehilangan makna di tengah arus modernisasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....