Kisah Cica Bangun Timurtara dari Keresahan Pribadi

  • 26 Mar 2026 19:26 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • komunitas timurtara

RRI.CO.ID, Ende - Berawal dari pengalaman pribadi dan rasa kehilangan, Fransiska Lusiani Naur membangun komunitas Timurtara sebagai ruang edukasi kesehatan reproduksi. Kisah ini dibagikan dalam program CLBK Pro 2 RRI Ende, Senin (2/3/2026).

Fransiska mengaku pernah kehilangan sahabat akibat kurangnya pemahaman tentang kesehatan reproduksi. Peristiwa tersebut menjadi titik balik yang mendorongnya untuk bergerak.

Selain itu, sebagai seorang ibu, ia ingin menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anaknya. Ia tidak ingin generasi berikutnya tumbuh tanpa pengetahuan yang cukup.

Timurtara kemudian hadir sebagai wadah edukasi yang terbuka bagi semua gender. Komunitas ini memberikan ruang aman bagi remaja untuk belajar tanpa rasa takut dihakimi.

Dalam perjalanannya, Fransiska memulai sendiri sebelum akhirnya mendapat dukungan dari relawan muda. Kini, kegiatan edukasi dilakukan secara kolaboratif meski masih menghadapi keterbatasan.

Ia menyebut tantangan terbesar adalah stigma sosial dan izin dari orang tua peserta. Tidak sedikit peserta yang berhenti karena tekanan lingkungan.

Meski begitu, Fransiska tetap konsisten menjalankan program edukasi, meski hanya sedikit peserta, dampaknya tetap berarti. “Walaupun hanya dua atau tiga orang yang datang, tidak masalah, yang penting mereka belajar,” katanya.

Fransiska juga aktif mengembangkan kapasitas diri melalui jejaring nasional seperti komunitas Dokter Tanpa Stigma. Ia berharap ilmu yang didapat dapat memperkuat gerakan Timurtara.

Ke depan, ia ingin memperluas jangkauan komunitas hingga ke berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur. Menurutnya, edukasi reproduksi adalah kebutuhan mendesak bagi generasi muda saat ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....